Kemitraan Daikin – SMK untuk penyiapan SDM bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara

oleh Apriliyadi 330

Jakarta, 25 Juli 2019-Pendidikan Menengah Kejuruan merupakan satuan pendidikan yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan lulusannya menjadi tenaga kerja yang kompeten. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya dukungan dan kerja sama dari pihak industri sebagai pengguna utama lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kerja sama antara SMK dengan dunia industri merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia dimana dalam Inpres tersebut ditekankan untuk meningkatkan kerja sama dengan Kementerian Lembaga, Pemerintah Daerah, dan dunia usaha/industri.

Salah satu bidang keahlian yang terdapat di SMK adalah bidang keahlian teknologi rekayasa, yang dimana didalamnya terdapat.

Saat ini terdapat 75 SMK yang membuka kompetensi keahlian kompetensi keahlian Teknik Pendingin dan Tata udara, dengan jumlah siswa tidak kurang dari 5.432 (Sumber: Dapodik bulan Januari 2019). Dengan semakin banyaknya kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknik pendingin dan tata udara, siswa SMK khususnya bidang keahlian keahlian Teknik Pendingin dan Tata udara perlu dibekali dengan pengetahuan keterampilan terbaru yang berorientasi kepada industri sehingga mereka memiliki daya saing yang lebih unggul karena kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama dengan PT Daikin Airconditioning Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendingin dan tata udara. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 25 Juli 2019 bertempat di Kompleks Kemendikbud Gedung E lt. 12, Senayan Jakarta. Kerja sama yang dikembangkan mencakup (1) Penyelarasan kurikulum bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara, (2) Peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, (3) Penyediaan dukungan sarana praktik, (4) Program guru tamu di sekolah menengah kejuruan secara periodik, (5) Pelaksanaan praktik kerja lapangan bagi peserta didik, (6) Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi guru dan peserta didik, (7) Pelaksanaan rekrutmen lulusan SMK, dan (8) Pengembangan kewirausahaan.

Didik Suhardi, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan bahwa kerja sama antara SMK dengan industri perlu dilakukan. “Kami harap kerja sama ini dapat dilanjutkan dengan implementasi yang jelas dan tepat sasaran. Serta pastikan anak-anak yang direkrut nanti mempunyai potensi dan passion di bidang air conditioning. Kerja sama antara industri dan lembaga harus terus dijalankan. Pemerintah juga sudah membuat peraturan. Ada semacam insentif terkait dengan industri yang mau bekerja sama di bidang pendidikan yaitu super tax deduction, Jadi ada manfaat untuk kedua belah pihak”, ujar beliau.

Direktur Pembinaan SMK, M. Bakrun menyampaikan harapan atas kerja sama yang telah terjalin antara PT. Daikin Airconditioning Indonesia dengan SMK. “Saat ini telah ada 25 SMK yang bekerjasama dengan PT Daikin Airconditioning Indonesia di wilayah Jabodetabek, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, D.I.Y. Yogyakarta, Riau, Sumatera Utara, dan Papua. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama ini sasaran SMK pelaksanaan kerja sama akan lebih diperluas lagi ke seluruh SMK yang membuka Kompetensi Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara” ujar beliau.

“Domain bisnis utama kami adalah di bidang AC dan kami senang dapat berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyelenggaraan peningkatan kompetensi bidang teknik pendingin dan tata udara di SMK seluruh indonesia,” kata President Director PT. Daikin Airconditioning Indonesia Ching Kim Kuat. Keterampilan teknisi dalam memasang pendingin udara menjadi salah satu tantangan besar bagi merek pendingin udara Daikin. Tidak hanya kuantitas, tetapi juga kualitas pekerjaan. "Ada banyak kasus di mana pemasang atau installer AC belajar langsung di lapangan bukan karena mendapatkan pendidikan formal dari lembaga atau sekolah yang berkualitas," tutur beliau.

Dengan kerja sama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Daikin Airconditioning Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung proses pembelajaran di SMK dengan keterlibatan industri yang lebih intensif. Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak yaitu pertumbuhan bisnis yang positif bagi PT Daikin Airconditioning Indonesia dengan dukungan penyediaan calon tenaga kerja lulusan SMK yang kompeten, serta meningkatkanya angka keterserapan lulusan SMK di dunia industri.

Beri nilai konten ini  
Responsive image