Kegiatan Hari Kedua LKS 2019 Yogyakarta: Dari Meriahnya Pembukaan hingga One School One Province

oleh Apriliyadi 507

Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 27 Tahun 2019 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpusat di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pukul 07.00 WIB kontingen dari berbagai provinsi sudah mulai banyak yang berdatangan di venue kegiatan. Opening Ceremony dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X,  Gubernur DIY, dan diikuti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Pembinaan SMK, segenap jajaran pejabat Direktorat Pembinaan SMK, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, dan Pejabat Pemerintah Provinsi DIY serta tamu undangan lainnya.

 

Acara dimulai dengan tampilan atraktif gamelan modern dari SMKN 1 Kasihan Bantul yang dilanjutkan Tarian Laskar Gula Kelapa. Tarian yang mengambil makna filosofis merah putih sebagai warna bendera Indonesia dengan semangat berjuang membangun negeri dibawakan oleh siswa SMKN 1 Panjatan Bantul. Tidak kalah dibandingkan penampilan dua sekolah sebelumnya, SMKN 2 Kasihan Bantul menampilkan Orkes Tiup yang tampil begitu prima hampir di sepanjang sesi acara pembukaan dengan Konduktor Turino.

Seluruh hadirin riuh menyambut parade perwakilan kontingen yang dimulai dari Provinsi Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, dan tuan rumah Yogyakarta sampai terakhir Provinsi Sumatera Utara. Keriuhan semakin semarak karena para perwakilan kontingen mengenakan batik khas daerah masing-masing. Hiburan pembukaan ditutup dengan Tari Sang Mataram yang menggambarkan Raja Mataram Sultan Agung Hanyakrakusuma dalam berjuang mengusir Belanda dari Batavia.

Acara inti dimulai dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Dr. Ir M. Bakhrun MM, Direktur Pembinaan SMK. Dalam laporannya, disebutkan bahwa kegiatan LKS SMK Tingkat Nasional yang ke-27 medali akan diperebutkan dari 32 jenis bidang lomba. Tidak berhenti sampai di sini, seluruh SMK dan kalangan dunia usaha dunia industri (DUDI) yang ada di Yogyakarta ikut terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini. Nilai tambah dari penyelenggaraan LKS tahun ini adalah ditampilkan produk inovasi siswa dari 34 provinsi serta diselenggarakannya sertifikasi kompetensi bersama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kegiatannya lainnya adalah pelaksanaan Job Matcing yang diikuti oleh 61 industri, workshop, gerakan literasi sekolah (GLS),  dan One School One Province (OSOP) serta wisata edukasi menjadi bagian acara dari kegiatan LKS tingkat SMK 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 759 peserta, 5 dewan juri, 116 juri, 102 peserta pameran, dan 34 kontingen. Harapan dari penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini adalah Gubernur DIY dan Sekjen Kemdikbud dapat memberi motivasi kepada para siswa terbaik di Indonesia agar menjadi generasi emas dan penerus pembangunan bangsa yang cerdas serta berkompeten.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Didik Suhardi Ph.D., Sekjen Kementrian Pendidikan Kebudayaan. Beliau menyampaikan bahwa LKS bukan hanya sekedar lomba antar provinsi, tetapi juga unjuk kerja dan kinerja yang ditampilkan para siswa berprestasi di berbagai bidang. LKS 2019 hendaknya menjadi anjang untuk meningkatkan sinergi antara siswa, pemerintah, dunia pendidikan, dan industri sehingga meningkatkan keterserapan anak didik di dunia kerja.

 

 

Terakhir, Sri Sultan Hemengkubawana X, Gubernur Provinsi DIY, menyampaikan ada yang pendapat bahwa penguasaan teknologi lulusan SMK masih rendah. Namun, pendapat itu terbantahkan ketika siswa SMK berhasil mengukir prestasi di kejuaraan kompetisi World Skill Asia tahun 2018 dengan meraih 6 medali emas dan 3 medali perak. Dari penelitian empirik, hasilnya dinilai bahwa LKS dapat meningkatkan secara signifikan kompetensi dan motivasi belajar siswa SMK.  Konsekuensi bagi para juara tersebut hendaknya dididik lanjut agar meraih prestasi tertinggi sebagai the absolute winner dalam ajang olimpiade tingkat dunia.

Suasana pembukaan semakin riuh tatkala Brisia Jodie naik ke panggung melalui area hadirin. Artis nasional jebolan ajang pencarian bakat Indonesia ini berkolaborasi dengan Orkestra Tiup turut memeriahkan jalannya acara.

Selepas opening ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan OSOP. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kali kedua dalam ajang LKS  dengan tujuan mengenalkan dunia SMK kepada para siswa SMP agar menarik minat mereka untuk masuk SMK serta menunjukkan budaya provinsi asal peserta LKS dan mengajak siswa SMP untuk datang ke venue perlombaan. 

Selaras dengan yang disampaikan oleh Ahmad Nurtriatmo, Kepala SMPN 2 Sleman, “Acara ini adalah produktif karena kalau di luar negeri ada OSOC (one school one country) tapi ini adalah OSOP jadi lebih ‘menggigit’ ”. Pendapat ini pun didikung oleh ketua OSIS bahwa kegiatan ini sangat membantu siswa di sekolahnya dalam pencarian informasi mengenai SMK dan tertarik untuk mengunjungi lokasi kegiatan lomba di JEC.

Setelah kegiatan OSOP selesai, para peserta dan pembimbing menuju ke tempat lokasi perlombaan yang terbagi menjadi tiga tempat. Ketiga tempat tersebut yaitu Jogja Expo Centre (Autobody Repair, Automobile Technology, Industrial Control, Mobile Robotics, Plastic Die Engineering , Prototype Modelling, Welding, dan 19 bidang lomba lainnya), SMKN 6 Yogyakarta (Patisserie and Confectionery), Fakultas teknik - UNY (IT Software Solutions for Business, IT Network Systems Administration, Mechanical Engineering CAD, Web Technologies) dan Grand Dafam (Restaurant Service).

 

Diterbitkan oleh :

Direktorat Pembinaan SMK

Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud

 

Yogyakarta, 8 Juli 2019  

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image