Seri GLS : PENUH WARNA UNTUK NYAMAN MEMBACA-Kolaborasi warga SMKN 1 Kupang untuk wujudkan Area Baca

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 739

Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah (2018) menyebutkan salah satu strategi membangun budaya literasi sekolah adalah menciptakan lingkungan fisik ramah literasi. Lebih lanjut disebutkan bahwa lingkungan fisik perlu terlihat ramah dan kondusif untuk pembelajaran. Sekolah yang mendukung pengembangan budaya literasi sebaiknya memajang karya peserta didik di seluruh area sekolah, termasuk koridor dan tempat lainnya. Selain itu, peserta didik dapat mengakses buku dan bahan bacaan di sudut baca semua kelas, kantor, dan area lain di sekolah.

Menyadari pentingnya penciptaan lingkungan yang ramah literasi, sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, untuk membangkitkan budaya membaca dan menulis di NTT, Kepala SMKN 1 Kupang, Mathias Makorios Beeh, melakukan upaya cepat menghadirkan area baca di sekolah yang dipimpinnya. “Prinsipnya, kami ingin menghadirkan suatu area yang nyaman untuk membaca, yang kekinian dan dapat memenuhi selera para remaja” ujar Pak Mat, demikian dirinya biasa disebut. Untuk ini, Pak Mat segera membentuk panitia untuk merealisasikan gagasannya. Dengan diketuai Ibu Kristine Winartini, panitia langsung dengan sigap bekerja dan membagi tugas.

Langkah mewujudkan sebuah area baca yang nyaman dan menyenangkan untuk membaca, maka panitia semua warga sekolah untuk menggali ide, menyiapkan sumberdaya dan merealisasikannya. Dalam upaya ini, kemudian sekolah memutuskan lokasi bagian tengah sekolah yang selama ini menjadi tempat menyimpan perabot yang tidak dipergunakan untuk ditata. Dengan bahan-bahan sederhana dan tenaga sukarela, maka penyiapan area baca dibangun secara bergotongroyong. Guru, siswa, dan staf sekolah bekerja bersama untuk saling berkolaborasi dalam menghadirkan Area baca bagi warga sekolah

Area yang semula bertumpuk dengan perabot-perabot yang tidak dipakai di depan perpustakaan sekolah, akhirnya dapat disulap dengan mengecat berbagai perabot dan kelengkapan lainnya menjadi sebuah area baca yang penuh warna dan nyaman untuk beraktivitas. “Area Baca ini impian kami, karena kami mempunyai tempat bagi para siswa berekpresi”, ungkap Bu Sylvia, Guru Bahasa Indonesia yang aktif menggaungkan Gerakan Literasi Sekolah di SMKN 1 Kupang. “Area Baca tersebut sengaja dibuat dengan penuh warna, dan tiap warna mewakili berbagai tema. Tema-tema tersebut, antara lain sains dan teknologi, sejarah, dunia perempuan, liputan SMK, dan lainnya”, tambah Bu Sylvia.

Akhirnya, terwujudlah keinginan untuk tersedianya area baca di SMKN 1 Kupang. Semua tuntas dikerjakan dalam waktu seminggu. Hal ini juga merupakan perwujudan semangat gotongroyong dan kekompakan seluruh warga sekolah. Dan melengkapi kegembiraan tersebut, pada tanggal 5 Desember 2018, Ibu Julie Laiskadot-Istri Gubernur NTT berkenan meresmikan penggunaannya, disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT-Ibu Yohana Lisapaly. SMK Bisa! SMK Hebat! SMK Cerdasberliterasi.

Beri nilai konten ini  
Responsive image