SOLUSI DI KEBUN STROBERI - Konsep Green School Menjadi Upaya Pencapain Kemandirian

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 293

Mengembangkan sekolah bukan perkara mudah. Namun, di tangan Ibu Lea Lindrawijaya Suroso, apapun kesulitannya tak pernah lelah mencari celah. Mengelola lahan sekolah seluas 5 Ha merupakan pekerjaan besar. Dalam kondisi keterbatasan keuangan sekolah, manajeman harus mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi para tenaga kependidikan.  

Adalah kebun stroberi dan sayur mayur di area sekolah. Lahan-lahan kososng di antara jajaran bangunan ditumbuhi tanaman produktif, misalnya kangkung, cabe, jagung, pisang yang ditanam oleh para petugas kebersihan sekolah. Cara ini menjadi solusi dalam tuntutan kenaikan gaji para petugas kebersihan.

“Dengan dorongan dan modal dari sekolah, mereka dapat memanfaatkan lahan kosong untuk berkebun. Hasil panennya dijual kepada warga dan kantin sekolah. Penghasilan penjualan digunakan untuk modal berikutnya, berputar terus secara berkelanjutan, dan siklus ini menjadi tambahan penghasilan mereka," ujar Ibu Lea.

Di balik usaha berkebun ini, para siswa juga memperoleh manfaat, mereka menjadi pegiat cinta lingkungan dalam pencapaian green school.  Mereka menanam bunga, sayuran hidroponik yang sebagai bagian dari aktivitas green school/ penghijauan sekolah, sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Setiap Sabtu, selama 2 jam siswa dari beberapa kelas secara bergiliran mengikuti pembelajaran pengelolaan lingkungan dengan melibatkan mereka dalam pembuatan kompos, perawatan lingkungan dan membersihkan lingkungan sekolah. Dengan terlibat dalam penghijauan, siswa dapat berlatih tentang arti tanggungjawab, cinta tanah air -melalui menjaga lingkungan terdekatnya-, kerjasama dan kolaborasi –karena harus bekerja dengan tim- dan hidup sehat dalam lingkungan yang bersih, serta istimewanya benilai ekonomis. 

“Meski kegiatan ini mempunyai nilai ekonomis, namun penekanannya lebih pada memaparkan secara langsung dan nyata kepada siswa tentang arti kemandirian sesungguhnya,” tambah Bu Lea.

Dengan program green school di SMKN 1 Batam, para siswa dibiasakan untuk merawat lingkungannya sendiri dan tidak mengandalkan petugas kebersihan, menjadikan sampah tanaman di sekolah bukan beban, namun dapat menjadi sumber penghasilan, melalui pembuatan kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk dan laku dijual.  Implementasi nilai kemandiarian dapat berbentuk kegiatan-kegiatan keseharian yang membentuk siswa terbiasa dengan hidup bersih, sehat dan ekonomis sekaligus bertanggungjawab dan peduli terhadap ekosistemnya. Hal ini menjadi upaya pembiasaan dalam pembentukan karakter siswa dan warga sekolah

Kebun stroberi menjadi solusi. Dari daun gugur dan ranting keropos menjadi kompos. Berkebun di sekolah sungguh produktif, guru dan staf sekolah bisa belanja dengan harga kompetitif. SMK Bisa. Cerdas berkarakter.

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image