Menperin Ingin Tumbuhkan Tenaga Kerja dari Industri Sepeda Motor

oleh Pretty Pangaribuan 196

Rencana industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah tidak hanya diperuntukkan pada beberapa industri dan komponennya namun sampai ke sasaran sumber daya manusia. 

Setelah berharap Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) meningkatkan ekspor roda dua mereka, Kementerian Perindustrian juga berharap juga ada peningkatan lapangan kerja dari industri roda dua tersebut. 

“Indonesia sebagai salah satu basis produksi sepeda motor, sekaligus terbesar ketiga setelah India dan China. Ketua AISI mengungkapkan pasar motor di Indonesia meningkat 8,8 persen yang artinya di lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini diharapkan dapat berkontribusi positif pada tenaga kerjanya,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018, Rabu (31/10/2018). 
Airlangga mengungkapkan industri sepeda motor menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 800.000 orang dan mencapai 1,5 juta orang secara tidak langsung dari industri komponen dan pendukung lainnya seperti bengkel.

Airlangga berharap AISI dapat memanfaatkan pemberdayaan tenaga kerja terampil hingga ke tingkat pedesaan. Ia berharap pihak industri dapat melakukan kegiatan pelatihan perbengkelan atau keterampilan bagi masyarakat agar ikut merasakan tumbuhnya industri sepeda motor dan mendorong usaha bengkel perawatan kendaraan. 

“Syukur-syukur ada bengkel di desa-desa. Pelatihan keterampilan. Jadi kita dorong untuk pelatihan perbengkelan. Kira-kira per kabupaten empat desa. Karena ini mencerminkan industri 4.0. Ini kita kejar. Bisa ya?” ucap Airlangga di depan pengurus AISI.  
Sebelumnya, AISI memperkirakan tahun ini pertumbuhan sepeda motor akan mencapai angka 6,2 juta - 6,3 juta unit. Optimisme ini didapat dari hasil yang didapat pada periode Januari sampai September 2018 yang sudah mencapai 4,7 juta unit.

Sumber : Kompas.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image