Program Diklat Pusat Keunggulan Targetkan Latih 184 SMK

oleh Pretty Pangaribuan 424

Pusat Keunggulan (Center of Excellence – CoE) bidang listrik, otomasi, dan energi terbarukan, akan melatih sejumlah guru dan teknisi dari 184 SMK dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Kegiatan ini sebagai wujud dan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Schneider Electric, Kementerian Pendidikan Perancis, dan Schneider Electric Foundation. Pendidikan dan pelatihan (diklat) diselenggarakan di Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK BMTI), Cimahi, Jawa Barat.

Pendamping tenaga ahli CoE, Dr. Ahmad Dahlan, M.Sc. menyampaikan strategi pelaksanaan program diklat ini dan sasaran jumlah SMK per tahun. “Pada tahun 2018, PPPPTK BMTI akan melatih sejumlah 80 orang guru dan 40 orang teknisi dari 40 SMK. Jadi kami memanggil 2 orang guru dan 1 orang teknisi dari setiap SMK,” ucapnya ketika ditemui di PPPPTK BMTI, Jumat, 21 September 2018.

“Di tahun berikutnya yaitu 2019 hingga 2022, kami akan melatih 72 orang guru dan 36 orang teknisi dari 36 SMK per tahun. Sehingga akhirnya akan tercapai sejumlah 368 orang guru dan 184 orang teknisi dari 184 SMK yang telah mengikuti diklat hingga tahun 2022,” katanya.

Program diklat terdiri dari 2 tahap, yaitu IN dan ON. Tahap IN yaitu pembelajaran bagi guru dan teknisi yang dilakukan di PPPPTK BMTI, berlangsung selama 6 minggu atau setara 300 jam bagi diklat guru, dan 2 minggu atau setara 100 jam bagi diklat teknisi. “Tenaga pengajar berasal dari tenaga lokal dan tenaga ahli dari Perancis yang ditugaskan oleh Pemerintah Perancis bekerjasama dengan Schneider Electric sedangkan kurikulum diklat yang diterapkan, mengacu pada kurikulum SMK dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diperkaya dengan standar industri dari Schneider Electric,” ujar Ahmad Dahlan.

Setelah pembelajaran tahap IN berakhir, maka guru-dan teknisi kembali ke SMK masing-masing, untuk melanjutkan tahap ON. Pada tahap ON, guru dan teknisi melakukan berbagai hal yang sudah diajarkan.

Seperti persiapan untuk memasang, mengoperasikan, memelihara peralatan di laboratorium bidang listrik, otomasi, dan energi terbarukan (set up peralatan); melakukan pengimbasan kepada guru lain sesuai dengan bidangnya; menyiapkan bahan ajar untuk siswa serta melatihnya dengan peralatan dan kurikulum sama dengan yang diperoleh di Pusat Keunggulan. Instruktur CoE akan mendampingi guru dan teknisi ke sekolah pada tahap ON ini.

Saat ini, program diklat CoE tahap IN bagi guru-guru listrik angkatan pertama sedang berjalan di PPPPTK BMTI. Dimulai dari 12 September hingga berakhir 25 Oktober 2018,  dengan peserta sejumlah 16 orang yang berasal dari 8 SMK. Peserta diklat program CoE ini diharapkan mampu menganalisis kebutuhan peralatan praktek, media dan sumber pembelajaran yang diperlukan sesuai kurikulum dalam program revitalisasi SMK, mampu mengembangkan materi modul dan aplikasinya, serta mampu mengoperasikan, memasang,  memelihara peralatan dan modul praktek pada laboratorium CoE  bidang instalasi listrik.

Sejalan dengan program diklat dan sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang melahirkan Pusat Keunggulan ini adalah rencana dari Schneider Electric dan Kemendikbud yang akan merevitalisasi fasilitas laboratorium secara bertahap di 184 SMK. “Peralatan yang akan diberikan kepada SMK inilah yang akan digunakan pada pembelajaran bagi guru dan teknisi pada tahap ON. Pada akhirnya, pembelajaran ini juga berguna bagi siswa-siswa SMK untuk meningkatkan kompetensinya,” ucap Ahmad Dahlan.

Staf Ahli bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta mengatakan, Diklat guru dan teknisi dalam program Pusat Keunggulan diharapkan mampu membantu menyiapkan siswa Indonesia untuk bekerja di bidang listrik, otomasi, dan energi terbarukan.

“Pengembangan SDM dalam pendidikan kejuruan telah menjadi salah satu prioritas utama bagi Kemendikbud untuk meningkatkan tenaga kerja yang lebih terampil di bidang manajemen energi. Pengembangan Pusat Keunggulan ini adalah upaya Kemitraan pemerintah dan swasta yang sangat baik, dan kami menghargai inisiatif Pemerintah Perancis dan Schneider Electric untuk mendukung agenda pemerintah,” ujarnya saat meresmikan Pusat Keunggulan di PPPPTK BMTI, Kamis 13 September 2018.

 

Sumber : Tempo.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image