SMK Disiapkan Miliki Badan Layanan Usaha Sekolah

oleh Apriliyadi 727

PATI - Ke depan sekolah menengah kejuruan (SMK) tengah dipersiapkan untuk memiliki badan layanan usaha sekolah (BLUS). Dengan diterapkannya sistem terbaru itu diyakini bisa membantu pembiayaan sekolah itu sendiri.

Hal itu seperti disampaikan oleh Santoso, kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah I saat mengunjungi bazar murah technopark SMK 3 Pati, kemarin.

Dia mengatakan, dengan adanya BLUS tersebut nantinya hasil produk- produk siswa SMK bisa dipasarkan lewat itu. Dan nantinya hasil dari penjualan tersebut bisa masuk ke sekolah untuk dikelola. “Jadi ketika sistem tersebut dijalankan dengan benar maka sangat dimungkinkan untuk membiayai sekolah itu sendiri.

Tentu ini menjadi langkah yang baik,” terang Santoso kepada Suara Merdeka, kemarin. Untuk usaha yang disiapkan pun bisa diarahkan sesuai dengan kompetensi dari masing-masing sekolah kejuruan itu sendiri. Misalkan, untuk jurusan perbengkelan maka bisa dibentuk usaha yang mengarah pada jasa bengkel. “Misalkan untuk usaha ganti oli saja.

Ketika ada dua ribuan siswa di sekolah itu dan memanfaatkan jasa bengkel di sekolahnya sendiri berapa yang bisa dikelola di sana. Belum lagi untuk usaha yang lain,” ujarnya. Untuk memaksimalkan usaha tersebut, sekolah pun bisa bergerak ke dunia digital.

Terlebih sekarang ini banyak aplikasi yang memudahkan proses pemasaran usaha. Sehingga tentu akan memaksimalkan dalam pengembangan usaha itu sendiri. “Kami melihat yang dilakukan di SMK 3 Pati cukup baik. Bahkan telah memenuhi delapan standar.

Kami melihat SMK lain bisa merujuk ke sini. Terlebih SMK 3 Pati terpilih menjadi sekolah revitalisasi di Pati,” paparnya. Sementara itu, Kepala SMK 3 Pati Sunoto menambahkan, pihaknya memang berkomitmen mendorong peserta didik di sekolahnya untuk memiliki keterampilan berusaha.

Langkah bazar technopark ini dilakukan untuk mendorong agar para siswanya memiliki semangat berwirausaha. “Jadi yang dijual dalam bazar ini semua hasil karya para siswa. Warga masyarakat bisa membeli apa yang telah dipelajari siswa di sekolah. Tentu ini akan bermanfaat saat mereka telah lulus nantinya,” imbuhnya.

Di sisi lain sekolah juga telah membekali para siswanya dengan sejumlah keterampilan agar siap saat lulus dari sekolah nantinya. Baik untuk masuk ke dunia industri, melanjutkan kuliah, maupun membuka usaha. (dwa-39)

 

Sumber: suaramerdeka.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image