SMK akan dikembangkan sesuai potensi wilayah adat

oleh Rizky Setiawan 496

Jakarta - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan akan mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruaan berbasis wilayah adat yang ada di Provinsi Papua.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Yanus Kuwaiyo, di Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu (7/10/2018).

"Tanggal 2 Mei lalu Wakil Gubernur Papua meresmikan pengembangan SMK berbasis wilayah adat. Kita gali potensi yang ada di setiap wilayah adat. Contohnya, di wilayah adat Saireri yang merupakan daerah pesisir harus didorong mengembangkan jurusan perikanan," katanya.

Yanus Kuwaiyo mencontohkan Dinas Pendidikan Provinsi Papua telah menetapkan SMK Negeri 2 Biak menjadi SMK Maritim. Sekolah ini menyiapkan anak-anak Papua untuk bisa menjadi karyawan di perusahaan perkapalan. Sedangkan untuk budidaya ikan laut dan hasil laut dikembangkan di Sarmi.

"Wilayah Meepago akan dikembangkan SMK jurusan pariwisata dan pertanian, khususnya kopi dan perikanan darat karena ada danau di sana. Sementara di wilayah Animha akan dikembangkan SMK pertanian padi," ujarnya.

Terkait rencana tersebut ia berharap adanya dukungan dari setiap kabupaten kota sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar bagi siswa SMK sesuai wilayah adat dan potensi yang ada dapat benar-benar tersalurkan dan para siswa dapat kembali mengelola lahan yang sesuai dengan potensi wilayah.

"Kita berharap para siswa dapat mengelola potensi alamnya sesuai dengan jurusan yang ada di sekolahnya masing-masing nantinya," pungkasnya.

Kepala sekolah SMK 4  SMK, Joselina Akerrina, berharap ked epannya ada banyak sekolah yang datang untuk melakukan study banding.

"Kami sangat berharap agar SMK lain di Papua dapat belajar dari kami dan kami juga bisa belajar bersama mereka," katanya.

 

Sumber : Tabloidjubi.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image