SMK Pariwisata Perkuat Kerjasama Dengan Program One GM One SMK

oleh Rizky Setiawan 585

Jakarta - Penguatan pendidikan vokasi kembali diterapkan pada pendidikan SMK. Kali ini SMK bidang Pariwisata di Jatim mulai menguatkan program One General Manager (GM) One SMK yang dicanangan nasional.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding tahap kedua yang dilakukan enam SMK negeri dengan perhotelan, Sabtu (4/8/2018)
Kepala Dinas Pendidikan, Saiful Rachman mengungkapkan selama ini SMK sudah memiliki kerjasama dengan Industrii. Tetapi dengan adanya program baru ini diharapkan akan menguatkan kualitas lulusan.
“Jadi bisa meningkatkan kualitas guru dan siswanya. Tahap pertama sudah dilakukan di kediri tahap kedua disini. Dan saat ini masih dilakukan SMK negeri,” urainya ketika ditemui usai sosialisasi One GM One SMK di Kantor Dindik Jatim, jalan Gentengkali 33.
Ia menegaskan, SMK yang sudah menjalin Mou Ini diharapka bisa menimbaskan programnya pada SMK lain yang belum menjalin kerjasama. Selain itu, SMK negeri yang menjalin program ini akan dioptimalkan untuk menjadi Badan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Hudiyono mengungkapkan SMk sudah berkali-kali melakukan kerjasma dengan Industri. Namun, kerjasma kali ini semakin kuat karena merupakan wujud dari Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 terkait Revitalisasi SMK.
“Program ini juga mewujudkan pendidikan sistem ganda di SMK antara Industri dengan SMK,” lanjutnya.
Dengan MoU ini diharapkan lulusan SMk tidak hanya erfokus menciptakan pencari kerja. Tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan usaha. Khususnya bidang Pariwisata yang belum banyak diekspos meskipun banyak potensinya.
Magiono, Kepala SMKN 1 Banyuwangi mengungkapkan dengan adanya Mou ini pihak GM akan siap menjadi guru tamu atau dosen tamu sekolah untuk mengajar siswa secara langsung. Sehingga lulusan SMk bisa siap diserap hotel saat lulus.
“Ada 4 fokus yang pertama harus siap menajdi guru tamu atau dosen tamu sekolah yang didampingi pihak GM, kedua siap membantu dan mendampingi kurikukulum bersama sehingga ada penyelarasan sekolah dan industri, ketiga adanya bentuk CSR jadi dalam hal mengembangkan buka tanggung jawab pemerintah tapi pihak industri. Terakhir, mendorong dan membantu SMK jadi sehingga punya kompetensi unggulan,” ungkap pria yang ditunjuk sebagai ketua panitia ini.


Sumber : Surya.co.id

Beri nilai konten ini  
Responsive image