Dukung Revitalisasi SMK, Mendikbud Apresiasi KSP Moeldoko

oleh Pretty Pangaribuan 486

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko, atas dukungan mewujudkan keberhasilan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

"Saya sangat berbahagia karena pada hari ini SMK mendapatkan atensi khusus dari Bapak Kepala Staf Kepresidenan RI dengan melihat langsung perkembangan revititalisasi SMKN 2 Subang yang mejadi salah satu SMK sasaran pilot project revitalisasi  SMK Pertanian kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Belanda,” tutur Mendikbud saat mendampingin Kepala Staf Kepresiden RI mengunjungi SMKN 2 Subang tersebut.
 
Pak Moeldoko, kata Mendikbud, merupakan salah satu putra terbaik bangsa lulusan SMK yang tidak pernah melupakan jiwa ke-SMK-annya dan manaruh perhatian khusus terhadap kondisi, serta permasalahan yang dihadapi SMK.
 
Selain itu juga apresiasi diberikan kepada Pemerintah Belanda yang pada kesempatan ini diwakili oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Kerjaan Belanda untuk Republik Indonesia, Ferdinand Lahnstein, yang telah mendukung revitalisasi dua SMK yang menjadi Pilot Project program Pertanian, yakni SMKN 2 Subang, Jawa Barat, dan SMKN 5 Jember, Jawa Timur.
 
Indonesia dan Belanda telah menandatangani kerja sama di bidang pertanian dan pelatihan vokasional yang bertujuan untuk pengembangan pengembangan SMK. ”Program Revitalisasi SMK Pertanian di 2 SMK diharapkan membawa dampak yang signifikan, baik dari segi kualitas dan kompetensi, maupun sarana dan prasarana,” jelas Mendikbud.
 
Mendikbud mengatakan, sekitar 70 persen kurikulum yang dikembangkan di kedua SMK ini akan mencontoh kurikulum pendidikan pertanian yang diterapkan di Belanda. “Belanda terkenal dengan sistem pertaniannya yang modern, jadi tidak salah kita belajar pertanian Belanda. Siswa SMK akan diajarkan Agronomi, teknologi pertanian, agrobisni, dan lainnya,” terang Mendikbud.
 
Beberapa siswa terpilih dari 2 SMK tersebut akan diagendakan untuk dikirim ke Belanda dalam rangka studi lapangan di World Horti Center pada akhir tahun 2018. Dengan dilakukannya studi lapangan tersebut diharapkan dapat bertambah wawasan dan pengalaman baik dari segi teknologi bidang pertanian yang Negara lain maupun sistem pengelolaan hasil pertanian.

Sumber : krjogja.com 

Beri nilai konten ini  
Responsive image