JURUSAN TKJ DI SMK BAKAL JADI REBUTAN CALON SISWA

oleh Pretty Pangaribuan 7.154

MALANG KOTA – Persaingan masuk SMA maupun SMK tahun ini bisa jadi lebih sengit dibanding tahun lalu. Lantaran, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur membantasi sekolah untuk tidak menambah rombongan belajar (rombel) di atas 846 siswa.

Bagi SMK, tentu ini membuat persaingan antarsiswa di beberapa jurusan favorit semakin ketat. Jurusan-jurusan tersebut di antaranya, teknik komputer jaringan (TKJ) dan rekayasa perangkat lunak (RPL). Dari pantauan pos informasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 6 Kota Malang, para calon siswa berdatangan mendaftarkan diri maupun menanyakan jurusan. Dari wawancara beberapa calon siswa, dua jurusan itu menjadi paling favorit.

I Komang Adi, alumnus SMP Kartika 49, menyatakan, dia memilih TKJ karena menganggap peluang kerjanya cukup besar. ”Sudah nanya tetangga dan dibantu saudara melihat jurusan mana yang potensinya besar ketika di dunia kerja nanti,” ucapnya. Selain Komang, siswa SMPN 1 Malang, Reyhand Arya, juga melirik jurusan TKJ. Menurut dia, TKJ sedang populer dan jadi perbincangan hangat di angkatannya. ”Yang kami tahu, industri banyak yang butuh pekerja dari SMKN. Jadi, kami sepulang sekolah ke perpus kota searching info juga,” imbuhnya.

Arya juga sempat membaca dari media kalau kuota siswa dibatasi. Dia juga sempat takut jika mendaftar akan ditolak karena nilainya pas-pasan. ”Andai kuotanya masih di atas 800-an orang, yakin keterima,” tambah siswa yang suka bermain futsal ini.

Di Malang sendiri, jurusan TKJ ada di sejumlah sekolah, yakni SMKN 2, SMKN 4, SMKN 6, SMKN 8, dan beberapa SMKN lainnya. Di SMKN 6 misalnya, tidak luput dari pengetatan rombel. Tahun lalu, ada 900 siswa dan diperketat khusus tahun ini berjumlah 864 orang.

Ketika dihubungi, humas SMKN 6 Sulaiman Sulang menjelaskan, semua jurusan di SMKN sudah ada peminatnya masing-masing. ”Yang membuat populer atau tidak, bergantung pilihan siswanya,” ujarnya.

Memang untuk tahun lalu sempat menolak pendaftar yang menumpuk. Namun, disediakannya jurusan baru seperti sistem informasi jaringan dan aplikasi (SIJA) bisa meratakan minat siswa. Sulang menambahkan, pembukaan jurusan baru seperti SIJA juga atas pertimbangan sekolah melihat tren pekerja industri beberapa tahun ini.

Sementara itu, di SMKN 2 juga banyak siswa yang ikutan mengantre pengambilan PIN sebelum libur tanggal merah. Untuk tahun ajaran baru, SMKN 2 menerima 684 siswa dengan 19 rombel. ”Kalau jurusan ada 6 yaitu keperawatan, perawatan sosial, perhotelan, tata boga, TKJ, dan usaha perjalanan wisata (UPW),” ujar Endang W. selaku waka humas SMKN 2.

Di SMKN 2, ada kelas industri yang cukup diminati siswa. Di dalam kelas industri SMKN 2, ada jurusan TKJ dan perhotelan. Untuk TKJ, bekerja sama dengan Samsung. Sementara untuk perhotelan bekerja sama dengan Swiss Belinn. ”Ada banyak siswa yang mendaftar di jurusan TKJ, mungkin melihat peluang kerjanya sangat besar,” ujar Endang.

Dia menjelaskan, untuk TKJ, siswa bisa praktik langsung dengan pihak Samsung. ”Begitu siswa lulus, bisa langsung siap kerja industri,” ujar Endang.

Sebelumnya, aturan rombel ini ditegaskan Hudiono selaku kepala bidang (kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bagi SMK yang memiliki kuota rombel di atas 900 siswa harus dipangkas agar tidak ada kesenjangan antar-SMK negeri dengan swasta. Ketika mendatangi peresmian kelas industri SMK PGRI 3 beberapa waktu lalu, Hudiono secara tegas sengaja membuat aturan rombel dengan Disdik Jatim.

”Karena revitalisasi SMK itu dimulai dari jumlah siswa yang sepadan. Baik dari sisi guru maupun sarana- prasarananya,” ujar dia.
Untuk diketahui, untuk tingkat SMA-SMK, PPDB tahun ini ditangani langsung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pendaftaran untuk jalur online sudah dibuka sejak 26 Mei lalu dan ditutup 8 Juni mendatang.

Sumber : radarmalang

Beri nilai konten ini  
Responsive image