Penghargaan kepada Siswa SMK melalui Sinergi SMK-Poliseni

oleh Pretty Pangaribuan 396

YOGYA - Politeknik Seni Yogyakarta bekerjasama dengan SMK N 5 Yogyakarta dan Direktorat PSMK menggelar kegiatan sinergi SMK-Poliseni.

Kemarin, berbagai kegiatan dilakukan seperti seminar dan Malam Penganugerahan SMK-Poliseni Award 2018.

Seminar yang bertema "Memaksimalkan Sekolah Kejuruan dan Vokasi dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif di Indonesia" mengundang narasumber Pitoyo Nugroho,selaku Kasi Pembelajaran Kemendikbud RI dan Alexander Zulkarnain, Brand Manager dari Paxel.co.

Dalam kesempatan itu, Pitoyo Nugroho menyampaikan bahwa Direktorat PSMK sangat mengapresiasi dan mendukung program ini.

Ia menilai, memang seharusnya siswa SMK dapat melanjutkan ke jenjang Politeknik.

"Ini Linier dan siswa akan menjadi lebih kompeten untuk siap kerja, siap berwirausaha bukan siap latih," paparnya.

Pitoyo Nugroho juga memaparkan tentang peran SMK bidang industry kreatif pada pengembangan ekonomi negara dari sisi produk maupun tenaga kerja.

Sementara Alexander Zulkarnain yang merupakan pemilik perusahaan Gambaran Brand yang telah mengerjakan brand-brand kelas Nasional dan Internasional banyak memaparkan tentang pentingnya sebuah ide, pemikirian kreatif, hingga kekuatan sebuah brand yang mengandung banyak value.

"Siapa bilang ide itu mahal? Ide itu sangat murah, yang mahal itu implementasinya. satu ide yang direalisasikan jauh lebih baik daripada banyak ide yang hanya dipikirkan," katanya.

Setelah melaksanakan seminar, puncak acara dari program Sinergi adalah penganugerahan apresiasi karya terbaik SMK-Poliseni Award 2018.

Awarding ini diikuti oleh 37 sekolah se-Indonesia dari berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan lainnya.

Mereka telah mengikuti proses seleksi terlebih dahulu di masing-masing sekolah.

Setelah itu karya dinilai oleh Tim Juri dari Dosen Poliseni dan ditetapkan 42 Nominator dalam 8 Kategori mulai dari kategori film animasi hingga kategori desain karakter.

Wiwik Indriyani, Kepala Sekolah SMK N 5 Yogyakarta, sekaligus ketua penyelenggara program ini mengatakan sebentar lagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi yaitu usia produktif lebih banyak daripada non produktif.

"Anak muda sekarang harus mampu berperan sebagai pelaku, jangan hanya sebagai penonton di negeri sendiri," ujarnya.

Sementara Fandhi N. Lufti, selaku Ketua Pelaksana SMK-Poliseni Award 2018 mengatakan kegiatan awarding merasa ini sangat penting untuk mengapresiasi karya tugas akhir siswa-siswi tingkat SMK/SMA/MA di Indonesia.

Menurutnya, melalui apresiasi mereka akan dapat menghargai karya orang lain. "Saya mendorong anak muda sekarang untuk terus bereksplorasi, berliterasi, dan berinovasi," tutupnya.

Sumber : tribunnews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image