Lomba Kompetensi Siswa SMK Libatkan Negara di ASEAN

oleh Pretty Pangaribuan 850

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong dan memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kompetensi dan menanamkan karakter positif yang diwujudkan pada pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional. 

Penyelenggaraan LKS SMK dilaksanakan Kemendikbud secara konsisten sejak 1992-2018. Bahkan saat ini LKS SMK sudah menapak level internasional karena melibatkan negara-negara ASEAN yang tergabung dalam South East Asia Creative Camp (SEACC). Pelaksanaan LKS SMK tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). LKS SMK 2018 yang mengangkat tema “Generasi Muda Zaman Now yang Berkompe ten dan Berkarakter” diikuti 1.068 peserta. 

“Penyelenggaraan LKS SMK ini merupakan wujud program pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan menanamkan karakter positif siswa,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada pembukaan LKS SMK yang juga bertempat dengan Puncak Peringatan Hardiknas, di Lombok City Center (LCC), Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (7/5/2018). 

Pelaksanaan LKS SMK memperlombakan 58 bidang lomba, dengan rincian 2 bidang lomba daring (online), 49 bidang lomba luring (offline). 

Selain memperlombakan bidang-bidang siswa SMK Indonesia, pelaksanaan tahun ini turut diperlombakan tujuh bidang yang diikuti komunitas vokasi dengan peserta dari Indonesia maupun dari negara lain di tingkat ASEAN, dengan nama South East Asia Creative Camp (SEACC). Bidang-bidang yang diperlombakan untuk komunitas vokasi meliputi Becoming an Entrepreneur is Easy, Multimedia: AR School Project, Multimedia: AR STEM Project, Multimedia: Educational Game Dev, 2D Animation, Urban Agriculture, dan Online Modeling Tourism Promotion. 

“Bila LKS SMK tahun ini juga diikuti oleh siswa SMK dari negara ASEAN lainnya, ini menggambarkan area pasar bebas menjadikan antarnegara dan antar sektor khususnya di ASEAN seakan tanpa batas untuk dapat disandingkan sebagai pilihan,” jelas Mendikbud. 

Oleh karena itu, kata Mendikbud, siswa dan guru dapat menjadikan LKS SMK tahun ini sebagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk mengkreasikan karya dan kinerja lebih baik, lebih tinggi, dan lebih bermutu. “Para kepala SMK yang hadir harus dapat menemukan inspirasi untuk pengembangan sekolah dan penguatan kompetensi siswa dan lulusan di sekolahnya. Di sinilah dapat dilakukan belanja ide dan inspirasi untuk memenangkan persaingan di dunia kerja,” kata Muhadjir. 

Selain berbagai kegiatan tersebut, terdapat juga kegiatan-kegiatan pendukung yang menjadi nilai tambah bagi peserta, pembimbing, dan kepala sekolah, terdiri atas lokakarya yang di selenggarakan dengan lebih menekankan pada “bisnis daring” yang akan membatu menguak perilaku hidup masyarakat saat ini telah berubah dan menuntut kemampuan menyesuaikan bagi dunia SMK dalam menyiapkan lulusan yang berkeunggulan. 

Selanjutnya, kegiatan Job Match ing memberikan informasi tentang kebutuhan kompetensi tenaga kerja yang saat ini sedang dibutuhkan di dunia kerja; Sertifikasi memberikan gambaran tentang pentingnya legalitas dan bukti fisik akan kom petensi yang dikuasai oleh seseorang melalui sebuah pengujian yang terstandar. 

“Dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK maka dapat menjadi paspor dalam menembus dunia kerja,” ujar Muhadjir. 

Kemudian juga terdapat kegiatan Show of Skills alumni World Skills Competition (WSC), dapat membuka wawasan tentang penguasaan kompetensi sekaligus penguatan kreativitas dalam berkarya; Pojok-pojok literasi yang tersedia, diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman menjadi ide kreatif yang mempunyai makna dan manfaat lebih besar. 

“Tentu saja, peserta juga perlu menikmati kegembiraan dengan wisata edukasi dan kegiatan One School One Province dengan kegiatan persahabatan serta bertukar pengalaman dalam budaya,” kata Mendikbud. 

Menurut dia, berbagai lom ba dan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mempromosikan kompetensi siswa dan lulusan SMK, agar masyarakat—khususnya dunia usaha dan industri, dapat menyaksian secara langsung sehingga dapat memberikan pengakuan terhadap SMK.

“Kehadiran industri untuk kemudian melakukan perekrutan mau pun memberi dukungan terhadap pengembangan mutu pendidikan di SMK,” tutur Mendikbud. 

Mendikbud berharap dengan penyelenggaraan LKS SMK ini, para siswa SMK mendapatkan pengalaman terbaik dan memperoleh inspirasi. 

“Saya berharap para peserta dapat meraih pengalaman terbaik dan memperoleh inspirasi dari sesama peserta yang hadir. Maju terus sekolah menengah kejuruan. SMK Bisa! SMK Hebat!” pungkas Mendikbud. 

Sumber : sindonews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image