Enam Pelajar SMK Kesehatan Parigi Diberangkatkan ke Jepang

oleh Pretty Pangaribuan 596

PARIGI, (PR).- Dari puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Parigi yang telah menerima surat kelulusan akan diberangkatkan ke negara Jepang. 

"Dari 57 siswa kelas tiga yang lulus ada 6 siswa prestasi yang sudah lulus akan diberangkatkan untuk bekerja di PT Yuka Global Jepang," ungkap Direktur SMK Kesehatan Parigi, Atikah yang didampingi Kepala Sekolahnya Ivan H Sobirin, Kamis, 3 Mei 2018.

Bukan hanya ke Jepang saja, menurut Atikah, siswa yang lulus juga ada yang disalurkan ke beberapa perusahaan, rumah sakit yang telah menjalin kerjasama dengan sekolahnya. "Ya ada juga yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih atas, ada juga yang langsung bekerja di tempat lain," ucap Atikah. 

Kenapa SMK Kesehatan Parigi berbasis Islamic building shcool, karena kata Atikah, pihaknya menginginkan siswa-siswinya memiliki pendidikan karekter, dan memiliki keagamaan yang kuat baik, jujur dan bermartabat ketika kembali ke masyarakat.

Sesuai visinya untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif, unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi, iman dan taqwa siap mengisi dunia usaha, dunia industri, dunia kesehatan dan siap mandiri. "Untuk mewujudkan lulusan yang kreatif, terampil dalam bidang kesehatan, membekali siswa dengan life skill yang dilandasi dengan moralitas religius dan menjunjung nilai pengabdian dan kejujuran, dan mewujudkan lulusan yang siap mengisi dunia industri kesehatan  dan dunia usaha serta dunia kesehatan.

Adapun program pendidikan di SMK Kesehatan Parigi kata Atikah, merupakan sekolah yang memiliki rogram pendidikan berorientasi pada penguasaan keterampilan kejuruan Kesehatan, yang siap bekerja dan berkarya atau melanjutkan ke jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi. "Untuk keperluan pembelajaran dan penempatan kerja ini kami bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan perusahaan Farmasi seperti Indofarma, Dexa Medica dan Perusahaan Farmasi lainnya," ujarnya. 

Tindak tegas

Sementara Kepala Sekolah SMK Kesehatan Parigi, Ivan H Sobirin menegaskan, pihaknya melarang kepada siswa siswi khususnya lulusan SMK Kesehatan Parigi untuk melakukan corat coret baju seragam dan fasilitas umumnya lainnya.  "Kami akan menindak tegas bagi siswa yang siswa siswi yang melakukan corat coret saat kelulusan," tegasnya. 

Salah satu siswi SMK Kesehatan Parigi, Fadilah Novita Sandy yang baru saja menerima surat kelulusannya dari pihak sekolah menyampaikan, bahwa dirinya telah mendapatkan jati diri dengan keimanan selama ikut program pesantren disekolahnya.

"Alhamdulillah keimanan ilmu agama saya bertambah dan akan mengabdi kepada orangtua juga bagi orang lain," ujarnya, seraya dirinya mengatakan setelah lulus akan mencari pekerja sambil melanjutkan kuliah di perguruan tinggi

Sumber : pikiran-rakyat.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image