Direktorat Pembinaan SMK dan PT PLN Pusdiklat Perluas kerjasama bidang ketenagalistrikan

oleh Yuli Setiawan 554

Banjarbaru, Kalimantan Selatan (12/2/2018). Bertempat di SMKN 2 Banjarbaru telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara PT PLN (Persero) Pusdiklat dengan SMKN 2 Banjarbaru dan SMKN 5 Banjarmasin dalam rangka peningkatan kompetensi bidang ketenagalistrikan pada Guru dan Peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan.

Perjanjian Kerja Sama tersebut memuat 4 ruang lingkup yaitu: 1)Pengembangan dan penyelarasan kurikulum pembelajaran sesuai kebutuhan industri ketenagalistrikan, 2) Dukungan proses pembelajaran dan praktik kerja lapangan, 3) Fasilitasi Uji Kompetensi (sertifikasi), dan 4) Fasilitasi sarana dan prasarana pembelajaran yang terkait dengan metoda praktik.

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur Pembinaan SMK, beliau menyampaikan akan pentingnya keberadaan Industri dalam pengembangan SMK. Saat ini industri tidak perlu khawatir terkait kurikulum yang ada di SMK, karena pada hakikatnya kurikulum di SMK sangat fleksibel untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Khusus untuk bidang ketenagalistrikan, kebutuhan tenaga lulusan SMK sekitar 5000, sementara yang baru bisa dilatih dari program ini lebih kurang 1000 peserta didik. Direktur SMK juga menegaskan bahwa Direktorat Pembinaan SMK bersama dengan Dinas Provinsi, Sekolah dan tentunya bekerjasama dengan industri siap bersinergi untuk memenuhi lulusan SMK yang kompeten di bidang ketenagalistrikan sesuai dengan tuntutan industri. Beliau juga berharap BUMN dan Industri lainnya ikut terpacu untuk pengembangan kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, sehingga kelak lapangan pekerjaaan yang tersedia dapat diisi oleh putra putri terbaik bangsa yang kompeten di bidangnya.

Hadir juga Bapak Wisnoe Satrijono selaku General Manager PT PLN (Persero) PUSDIKLAT, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa dahulu untuk menyiapakan seorang tenaga teknis lulusan SMK membutuhkan 5 tahun, saat ini akan lebih singkat karena kurikulum yg ada di On The Job Training di PLN telah kami “suntikan” ke SMK, sehingga jika tidak berkesempatan bekerja di PLN maka siswa SMK bisa menjadi vendor PLN.

Sampai dengan awal tahun 2018, program ini telah dilaksanakan di 5 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kerjasama dilakukan baik dengan PLN maupun dengan anak perusahaan PLN Seperti PJB (Pembangkit Jawa Bali) dan IP (Indonesia Power). Secara keseluruhan program ini diikuti oleh 35 Sekolah dengan jumlah peserta guru yaitu 142 Orang dan Jumlah Peserta Didik 1025 Orang.

Sumber: Tim Media Dit. PSMK

Beri nilai konten ini  
Responsive image