Cerita SMK : Ayu Gadis Berjilbab di Bengkel Motor

oleh Yuli Setiawan 3.180

Tak seperti kebanyakan gadis berparas cantik, yang  pada umumnya lebih senang bekerja di tempat yang bersuhu ruangan dingin dan wangi, namun tidak untuk Ayu. Ia lebih senang  bekerja di bengkel  motor sebagai pasionnya.

Gadis belia yang baru berusia 19 tahun ini, usai lulus dari SMK di Cilacap langsung  mengikuti pelatihan Enduro Student Program (ESP) yang diadakan PT Pertamina Lubricants unit  Produksi Cilacap. Sebuah program  tanggung jawab sosial perusahaan untuk masyarakat di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Dari 20 peserta ESP Tahap I, Ayu adalah seorang wanita dari seluruh peserta. “Biarpun cuma sendiri perempuan, saya nggak risih.  Sudah terbiasa srejak sekolah berteman dengan mayoritas siswa, “ ujarnya sambil tersenyum.

Awalnya, setamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ayu diharapkan ayahnya,   Ahmad Jasmin (52 tahun) untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Umum (SMU). Namun bungsu dari dua bersaudara ini, lebih memilih melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  Kemauan keras Ayu membuat ayahnya  mengalah dengan mengarahkan anaknya mengambil Jurusan Arus Kuat atau Listrik. Sekali lagi Ayu tidak berkenan, ia malah  menetapkan untuk menekuni  Jurusan  Otomotif.

“Kalau saya terserah anaknya. Yang penting dia suka dan senang,” ungkap Jasmin dengan dialek khas Cilacap.

Sejak SMP, menurut Jasmin   Ayu memang sudah suka segala sesuatu yang berkaitan dengan mesin ataupun perbengkelan. Kebetulan dia membuka bengkel sepeda. Selepas sekolah, putri bungsunya itu sudah terbiasa berada di bengkel untuk memperbaiki sepeda.  Ayu memang sudah terbiasa dan sudah bersahabat dengan berbagai jenis kunci atau peralatan bengkel.

Sudah setahun ini,  gadis asli Cilacap ini membuka bengkel motor. Bekal Ilmu yang ia peroleh dari pelatihan Enduro Student Program Bengkel, sebuah program tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan oleh PT Pertamina Lubricants unit Produksi Cilacap, membuatnya yakin menjalankan usaha bengkel motornya. Bengkel sederhana yang berdiri tidak jauh dari rumahnya.

Menjadi wirausaha muda di bisnis perbengkelan merupakan salah satu tujuan utama dari program tersebut, selaras dengan apa yang dilakukan  Ayu, alumnus program tersebut dengan membuka Bengkel Motor Dombret. (tatan rst)

 “Dombret itu panggilan dari kakek dulu dan di rumah aku dipanggil dombret,” katanya tertawa ketika ditanya kenapa bengkelnya diberi nama Dombret.

“Sejak SMP, cerita Jasmin lagi,  Ayu memang sudah suka segala sesuatu yang berkaitan dengan mesin ataupun perbengkelan. Kebetulan dia membuka bengkel sepeda. Selepas sekolah, putri bungsunya itu sudah terbiasa berada di bengkel, melihatnya memperbaiki sepeda. Sehingga Ayu sudah terbiasa dan sudah mengenal berbagai jenis kunci atau peralatan bengkel.

Dalam program ESP tersebut, setelah siswa mengikuti pendidikan di Balai latihan Kerja Industri (BLKI) Cilacap selama sekitar 2 bulan, selanjutnya, para peserta dibagi dalam 7 kelompok dan “dititipkan” di bengkel mitra Pertamina Lubricants unit Produksi Cilacap.

Keputusan 2 orang teman grupnya yang memutuskan untuk menjadi karyawan di perusahaan atau bengkel lain, sempat melemahkan semangat Ayu. Namun, dorongan dan semangat yang diberikan orang tua membuatnya yakin  dan berani untuk membuka bengkel sendiri.

4

“Kalau buka usaha sendiri, kita bisa belajar untuk mandiri, displin dan kita bisa terus belajar berbagai hal terkait mekanikal otomotif sehingga bisa lebih percaya diri lagi,” jelas Ayu lagi.

Ketika awal membuka bengkel, banyak juga yang tidak percaya atau belum yakin bahwa anak perempuan yang di lingkungannya biasa disapa Dombret itu, bisa memperbaiki motor. Namun setelah mereka datang dan memercayakan motor mereka ditangani Ayu dan sukses, barulah mereka percaya. Beberapa menjadi pelanggan tetap, pelanggan baru pun mulai berdatangan.

Setiap hari, sekitar 3-5 motor datang ke bengkel dombret. Setidaknya sehari ada 1 pelanggan yang datang, jika kondisi sedang sepi. Prestasi terbaiknya, pernah menjual  300 botol pelumas.”Yang paling banyak dibeli itu Enduro Matic dan Enduro Racing,” jelas Alumnus SMK Budi Utomo ini ketika ditanya jenis pelumas yang paling banyak diminati pelanggan.

Layanan yang diberikan beragam, mulai dari ganti oli, service lainnya tergantung kerusakan atau keinginan pelanggan. Jika ia kesulitan, tak segan ia menghubungi teman-teman sesama siswa ESP lainnya yang juga membuka bengkel atau menghubungi montir senior tempat ia dan temannya magang.

“Alhamdulillah, teman-teman mau bantu kalau ada kesulitan begitu juga dengan pak Abun atau lainnya,” jelasnya

Sumber: http://reportasenews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image