Direkrut Kerja Sebelum Lulus Sekolah

oleh Yuli Setiawan 265

 SMK PGRI Singosari bulan ini telah mencapai usia k- 30 tahun. Di tengah persaingan SMK yang semakin kompetitif, SMK PGRI Singosari terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kemajuan dan rentetan prestasi oleh civitas sekolah yang berlokasi  di Jalan Morotanjek Singosari ini.
Kualitas sebuah lembaga salah satunya dibuktikan dengan kepercayaan dari pihak luar, salah satunya dari pemerintah. SMK PGRI Singosari dipercaya menjadi penanggungjawab Lomba Keterampilan Siswa (LKS) tingkat nasional dibidang otomotif 2016 lalu.
Kepercyaan ini berlanjut hingga tahun 2017 pada LKS Jawa Timur yang digelar di Banyuwangi. “Alhamdulillah kami dipercaya menjadi pengampuh di bidang otomotif. Dan siswa-siswi kami mendapat apresiasi dari para dewan juri dalam lomba LKS tersebut,” ucap Kepala SMK PGRI Singosari H. Subagyo Utomo, S.Pd.
Prestasi yang dicapai siswa yang diukur dari kualitas kompetensinya juga tidak diragukan lagi. SMK PGRI Singosari seringkali ‘kebanjiran order’ dari perusahaan ternama, seperti Daihatsu,  Toyota dan Suzuki. Tawaran kepada siswa SMK PGRI Singosari untuk melakukan praktek industri selalu mengalir dari perusahaan tersebut.

Bahkan kata Bagyo, tahun ini salah satu siswanya sudah ada yang direkrut kerja oleh Daihatsu, meskipun yang bersangkutan belum lulus. “Ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Siswa kami telah ada yang direkrut sebagai karyawan di perusahaan besar walaupun belum lulus,” ungkapnya.
Kemajuan yang telah dicapai oleh SMK PGRI Singosari tentu harus diimbangi dengan kualitas siswanya. Para guru tidak hanya memperhatikan hard skill siswa sebagai pelajar dari sekolah vokasi. Sebab yang terpenting adalah softskil atau karakter peserta didik itu sendiri, seperti membina  siswa untuk memiliki sikap yang disiplin, kreatif dan bertanggungjawab.  “Kalau soal ilmu sumbernya banyak. Bisa dipelajari dimana dan kapan saja. Sebab pada dasarnya perusahaan bukan mencari karyawan yang pinter saja, namun juga memiliki rasa tanggungjawab dan kedisiplinan yang tinggi,” tuturnya.
Dalam kedisiplinan, siswa SMK PGRI Singosari telah ditempa dalam keseharian mereka di sekolah. Menurut Bagyo, kuncinya adalah keteladanan. Dalam artian guru harus lebih dulu bersikap disiplin dalam segala hal sebelum menyuruh siswa berdisiplin. “Bagaimana siswa menjadi baik kalau gurunya tidak melaksanakan. Kalau guru sudah menata diri, maka siswa akan mengikuti bahkan tanpa disuruh,” kata dia.    
SMK PGRI Singosari memiliki beberapa bidang program studi, diantaranya rekayasa perangkat lunak, teknik komputer jaringan, teknik elektronika industri, teknik otomasi industri, teknik kendaraan ringan dan teknik sepeda motor. 

 

Sumber: https://www.malang-post.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image