700 SMK Sumut Teken MoU dengan Dunia Usaha, Pecahkan Rekor MURI

oleh Yuli Setiawan 662

Sebanyak 700 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Sumatera Utara menandatangani kerjasama (MoU) dengan kalangan dunia usaha secara serentak di Gedung Serbaguna Unimed Jalan Pancing Medan, Selasa (28/11/2017).

Penandatanganan kerjasama oleh 700 Kepala SMK dan pimpinan perusahaan dilakukan dihadapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi tersebut berhasil memecahkan rekor MURI.

Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan apa yang dilakukan tersebut adalah dalam rangka membangun kerjasama (link & match) antar SMK se-Sumut dengan dunia usaha/dunia industri.

“Alhamdulillah, melalalui kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan SMK Sumut ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali berhasil memecahkan rekor MURI yaitu penandatanganan kerjasama terbanyak antara SMK dengan dunia usaha, dunia industri,” tandas Tengku Erry.

Gubsu berharap penandatangan kesepakatan bersama tersebut bisa mendongkrak prestasi SMK serta kualitas lulusan SMK sehingga para lulusan SMK bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha.

Gubsu juga mengharapkan para siswa-siswi SMK agar terus meningkatkan keterampilan dan integritasnya, karena lebih dari 700 perusahaan di Sumatera membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Selain itu, siswa siswi lulusan SMK nantinya bisa lebih mandiri. Karena saat ini menjadi pengusaha atau berwira usaha bukan lagi sesuatu hal yang dinomor duakan seperti pada masa lalu.

“Ke depan diharapkan anak-anak kami lulusan SMK bisa berwirausaha, menciptakan sendiri lapangan kerja, jadi pengusaha yang terampil khususnya di Sumatera Utara,”katanya

Kepada dunia usaha, kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah ditandatangi. Karena kerjasama ini juga merupakan instruksi dari Bapak Presiden RI Joko Widodo, bahwa dunia usaha, dunia industri harus terus menjalin kerjasama dengan dunia pendidikan vokasi yaitu SMK.

“Diharapkan dengan adanya kerjasama dan perolehan penghargaan rekor MURI ini akan menghasilkan tenaga kerja yang handal terampil,” harap Erry.

Penandatanganan kerjasama juga disaksikan dan dihitung oleh Andre Purwandono dari Yayasan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Hari ini kembali Provinsi Sumatera Utara memecahkan rekor penandatanganan kerjasama (MoU) terbanyak antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dunia industri yaitu sebanyak 700 penadatanganan MoU. Yang sebelumnya 457 MoU yang ditandatangani. Dan sampai saat ini terbanyak di Indonesia,” ujar Andre.

Usai acara kepada wartawan, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis mengatakan, kegiatan ini dihadiri 738 kepala sekolah SMK se-Sumatera Utara, kurang lebih 4.000 siswa-siswi SMK se-provinsi Sumut, para kepala UPT SMK Sumut, dan pengawas.

Arsyad Lubis mengharapkan kepada pelaku dunia usaha yang ada di Sumatera Utara untuk peduli dan perhatian kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) terutama kepada lulusan sekolah setelah mereka menimba ilmu kejuruan untuk bisa dipraktekkan dilapangan kerja.

Sekolah-sekolah kejuruan yang mendidik siswa untuk menjadi siswa terampil dalam bidang kejuruan sangat membutuhkan adanya perhatian dari pelaku usaha dan industri supaya lulusan sekolah kejuruan memang benar-benar manusia siap pakai dalam bidang industri dan usaha lainnya.

“Dunia usaha dan industri sangat membutuhkan tenaga terampil sekolah-sekolah juga membutuhkan dunia usaha dan industri yang memiliki lapangan kerja cukup luas. Jadi mereka dicocokkan atau dipaskan agar nantinya dunia usaha dan industri tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga yang memiliki skill bagus agar usaga dan industri Sumatera Utara bisa maju,”kata Arsyad.

Apalagi, katanya, pada saat sekarang ini perusahaan industri dan dunia usaha di Sumatera Utara membuka pintu lebar-lebar bagi mereka yang memiliki skill dan kemampuan untuk bisa mengembangjan usaha dan industri agar produk yanag dihasilkan berdaya saing dengan produk dari luar negeri.

Dikatakan Arsyad, SMK adalah sekolah alternatif bagi masyarakat yang bisa membantu anak-anaknya yang tidak bisa meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Jadi kalau mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maka sekolah SMK menjadi salah pilihan utama untuk menciptakan anak yang memiliki kemampuan dibidang ketenagakerjaan,”jelas Arsyad.

Jadi sebutnya lagi, perbandingan antara anak SMA dan SMK tidak begitu jauh perbedaanya kelulusannya dan berharap kedepannya lebih banyak kelulusannya supaya mereka bisa masuk dunia kerja secepatnya.

“Saya juga berharap kepada seluruh dunia usaha agar bisa memanfaatkan lulusan SMK yang ada di Sumatera Utara sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut dengan harapan bisa mengurangi angka pengangguran muda,” katanya. 

 

Sumber: http://gnews.online

Beri nilai konten ini  
Responsive image