Revitalisasi SMK Demi Menjawab Tantangan Global

oleh Apriliyadi 512

Globalisasi menjadi tantangan utama dunia pendidikan, tidak terkecuali di Banyuwangi. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan berat, dibutuhkan solusi untuk mempersiapkan generasi muda yang andal, mampu bersaing, dan siap pakai. Revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) yang didengungkan pemerintah menjadi jawaban atas munculnya tantangan global tersebut.

Revitalisasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2016 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK. Sejalan dengan itu, pariwisata sebagai salah satu dari empat potensi prioritas pembangunan nasional menjadi potensi yang dikembangkan oleh SMK Negeri 1 Banyuwangi.

Dengan keberadaan jurusan Akomodasi dan Perhotelan yang dimiliki, sekolah ini bertekad bisa menggapai prioritas target yang dicanangkan presiden dalam potensi prioritas tersebut. Di antaranya dengan berupaya mendongkrak keunggulan lokal menjadi daya saing bangsa di tingkat global. ”Kami ingin potensi anak didik kami bisa bersaing di kancah global khususnya di dunia pariwisata,” tegas Sri Hidayati SPd, Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi.

Untuk mewujudkan target tersebut, SMK Negeri 1 Banyuwangi terus berupaya untuk memaksimalkan bidang keahlian Akomodasi Perhotelan serta bidang keahlian yang lainnya. Dalam pelaksanaan misi menggapai dunia global tersebut, sekolah melakukan sejumlah langkah strategis.

Di antaranya dengan melakukan penyelarasan dan sinkronisasi kurikulum. Kurikulum disusun dan didesain sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau industri. Siswa diajak untuk mampu mengadopsi dan menerima mata pelajaran yang sesuai kebutuhan. Dengan ini, siswa lebih memiliki kemampuan teori dan praktik secara berimbang.

Selain kurikulum, SMK Negeri 1 Banyuwangi juga berupa meningkatkan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan. Ini sudah dilakukan dengan menyertakan guru dalam program magang dan mendalami program keahlian di sejumlah hotel mitra sekolah. Ada enam guru yang kini menjalani program tersebut di Bali.

Bukan itu saja, sekolah juga menjalin kemitraan dengan hotel. Di mana pelaku bisnis hotel menjadi tenaga kependidikan di sekolah. Mereka menjadi guru tamu dalam mata pelajaran di sekolah. ”Ada transfer ilmu langsung dari pelaku bisnis terutama hotel kepada siswa,” imbuhnya.

Langkah strategis lainnya yang ditempuh SMK Negeri 1 Banyuwangi dengan peningkatan sarana dan prasarana. Sekolah terus berbenah untuk menyediakan fasilitas dan peralatan praktik siswa. Dengan langkah strategis ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas guru dan siswa dalam menggali keunggulan potensi yang dimiliki.

Sekolah diharapkan bisa meletakkan visi di mana siswa sebagai pribadi yang utuh. Siswa bisa memiliki potensi dan kekuatan dasar dalam dirinya, yang mampu menolong dirinya saat merasa berdaya. Di sinilah pendidikan menjadi misi dalam menumbuh-kembangkan potensi diri itu agar siswa menjadi dirinya sendiri.

Di sisi lain SMKN Banyuwangi juga mengembangkan pendidikan karakter siswa. Hal tersebut meliputi salat Jumat wajib bagi semua siswa beragama Islam, sementara siswinya mengikuti kajian Islam. Untuk mengaji bersama dilaksanakan setiap hari Rabu pagi. Tidak hanya sisi religi, kegiatan literasi dilaksanakan 15 menit sebelum jam pembelajaran dimulai. Sekolah yang mendapat gelar ”Sobat Bumi” ini juga menerapkan sehari tanpa asap. Kegiatan itu dilaksanakan setiap tanggal 5.

Tak diragukan lagi, di bidang akademisi, sekolah yang dulunya lebih dikenal dengan SMEA Negeri ini menjadi peraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat kabupaten selama tiga tahun berturut-turut. Hal itu merupakan jerih payah sekolah atas bimbingan belajar yang dilaksanakan secara intens dan tidak dipungut biaya alias gratis. (nic/als/c1)

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image