Penyerahan 237 Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1)

oleh Yuli Setiawan 335

Yogyakarta, 7 November 2017. Upaya perbaikan kualitas pendidikan khususnya sekolah menengah kejuruan menjadi fokus pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Nawa Cita sebagai janji kampanye presiden direalisasikan dalam program pembangunan, RKP dan terakhir dengan lahirnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Revitalisasi SMK yang dijabarkan dalam bentuk pendekatan 6 aspek peningkatan kualitas SMK telah dimulai dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Sertifikasi melalui LSP P1 merupakan salah satu upaya penyelarasan guna mewujudkan link&match antara Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) dengan sekolah menengah kejuruan. Pengejawantahan formulasi demand dari DU/DI dalam bentuk SKKNI dan KKNI yang menjadi dasar dalam penyusunan skema menjadikan pengembangan sistem sertifikasi melalui LSP P1 SMK.

Melalui pengembangan sertifikasi di SMK melalui LSPP1 ini diharapkan agar pengakuan terhadap lulusan SMK semakin meningkat sehingga leverage peningkatan kebekerjaan lulusan SMK semakin kuat.

Melalui sertifikasi, diharapkan tercipta keterukuran pencapaian kompetensi calon tenaga kerja yang dididik di SMK, sekaligus sebagai media evaluasi bagi sekolah dalam konteks peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Pencapaian 469 LSP P1 di SMK yang 237 diantaranya terbentuk di 2017, ini merupakan bentuk komitmen Kemdikbud untuk peningkatan kualitas SMK dan akan terus menjaga komitmen tersebut guna mencapai visi seluruh SMK Rujukan menyediakan layanan LSPP1 di tahun 2020.

Kesempatan yang baik ini tentu tidak lepas dari seluruh pihak dalam mendukung pengembangan SMK, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Menko PMK, Menko Perekonomian, Dinas Pendidikan dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Selamat kepada SMK yang telah terlisensi LSP P1 nya, selamat berkarya menuju SMK yang lebih unggul.

 

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image