Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Surat Perjanjian Bantuan Peralatan Praktik Siswa SMK

oleh Yuli Setiawan 615

Jakarta, 6 November 2017- bertempat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, memrogramkan pemberian dana bantuan untuk pengadaan peralatan praktik siswa bagi 580 Sekolah Menengah Kejuruan.

Sebagaimana kita fahami bersama, bahwa salah satu butir Instruksi Presiden tersebut yang harus dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah “menyempurnakan dan menyelaraskan Kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri dan dunia usaha”. Karena itu, upaya penyempurnan dan penyelarasan Kurikulum SMK terus-menerus dilaksanakan, dan saat ini sebagian besar kurikulum hasil penyelarasan tersebut telah memasuki tahap awal implementasi, mulai tahun pelajaran 2017/2018 ini. Sangat disadari, bahwa kurikulum yang telah diselaraskan itu tidak otomatis menjadi lebih efektif dibandingkan kurikulum sebelumnya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, tanpa didukung oleh ketersediaan “peralatan” yang memadai, antara lain tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam rangka itulah, upaya pengadaan gedung sekolah dan pengadaan peralatan praktik siswa SMK secara bertahap terus dilaksanakan. Pengadaan peralatan praktik adalah suatu keniscayaan bagi Sekolah Menengah Kejuruan, karena untuk dapat membekali siswa agar diterima di tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) saja, dipersyaratkan harus memiliki keterampilan-keterampilan dasar sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajarinya. Dunia usaha dan industri pada umumnya merasa keberatan untuk menerima siswa SMK melaksanakan PKL, jika para siswa belum menguasai keterampilan-keterampilan dasar yang dipersyaratkan. Sedangkan keterampilan-keterampilan dasar itu, hanya dapat dipelajari siswa dengan baik, apabila di SMK tempat mereka belajar tersedia peralatan praktik yang memadai.

Pada tahun anggaran 2017 ini, , terdiri atas:

  1. Sebanyak 167 SMK Unit Sekolah Baru (USB) yang dibangun melalui dana APBN pada periode tahun 2012 hingga 2015, dimana dana bantuannya belum termasuk untuk pengadaan peralatan praktik siswa, dan
  2. Sebanyak 413 SMK yang menjadi sasaran Program Revitalisasi SMK, dipilih dari SMK-SMK yang telah ditetapkan sebagai SMK Rujukan.

Acara ini dihadiri para Kepala SMK yang akan mendapat bantuan tersebut. Mereka akan mendapat Bimbingan Teknis, antara lain tentang bagaimana mengelola dan memanfaatkan dana bantuan sesuai peruntukkannya, agar dana bantuan itu benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran praktik siswa SMK. Oleh karena itu, dengan segala hormat, Saya mohon kesediaan Bapak Menteri untuk memberikan arahan bagi mereka, agar para Kepala SMK ini betul-betul dapat mengelola dan memanfaatkan dana bantuan yang akan mereka terima untuk kepentingan peningkatan mutu pembelajaran, khususnya melalui pengadaan peralatan praktik siswa yang sesuai dengan tuntutan masing-masing kompetensi keahlian yang diselenggarakan. Kegiatan Bimbingan Teknis ini akan dilaksanakan mulai hari ini, Senin tanggal 6 November 2017. Peserta akan dibekali berbagai materi yang terkait dengan pengelolaan dana bantuan, mulai dari penyusunan program pemanfaatan dana bantuan, penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), hingga penyusunan laporan.

 

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image