Program Kemitraan Dudi, Lulusan SMK di Jatim bakal makin Mudah Cari Kerja

oleh Yuli Setiawan 276

Para lulusan SMK di Jatim bakal semakin mudah mendapatkan pekerjaan. Hal ini menyusul dijalankannya program Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Industri (Dudi) oleh Dirjen Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan, beberapa saat lagi.

Di Jatim sendiri, program Kemitraan Dudi ini dijalankan di Sidoarjo dan Banyuwangi. Kamis (2/11/2017), para kepala sekolah SMK baik negeri dan swasta di beberapa wilayah di Jatim berkumpul di SMKN 1 Buduran untuk mempersiapkan program tersebut.

Koordinator Program Kemitraan Dudi Sidoarjo, Agustina, mengatakan program ini untuk optimalisasi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK ke Dudi ketika para siswa lulus sekolah.

"Semacam kerjasama antara pihak SMK dengan pelaku usaha agar menggunakan tenaga kerja dari lulusan SMK sebagai pegawainya," kata Agustina.

Agustina yang juga Kasek SMKN 1 Buduran ini menuturkan wujud kerjasama itu berupa aplikasi komputer yang juga bisa diakses melalui smartphone, yang nantinya memudahkan pelaku usaha mencari tenaga kerja dari lulusan SMK.

Aplikasi ini, lanjut Agustina, memudahkan para pelaku usaha mencari kebutuhan pegawai sesuai kriteria yang diinginkan.

"Aplikasi ini mempertemukan siswa secara langsung dengan pelaku usaha. Semua kebutuhan pelaku usaha untuk mencari tenaga kerja ada di aplikasi ini," sambungnya.

Aplikasi ini bernama Top Karir (TK). Dijelaskan, siswa mengisi biodata dan keahlian yang dimiliki di aplikasi itu dengan disupervisi pihak sekolah. Sementara pelaku usaha tinggal mencari tenaga kerja berdasarkan kriteria yang diinginkan.

Jika dirasa cocok, perusahaan tinggal memilih siswa tersebut untuk langsung dipanggil wawancara. Menurut Agustina, hal ini memudahkan pelaku usaha mencari tenaga kerja ketimbang mereka menggelar lowongan kerja sendiri yang membutuhkan waktu dan biaya.

"Dari kami ada 52 SMK negeri maupun swasta yang akan masuk program ini. Untuk para pelaku usaha, sudah ada 73 perusahaan yang bergabung," ungkapnya.

Program ini membawa implikasi penyesuaian kurikulum agar lulusan SMK bisa memenuhi kriteria kebutuhan tenaga kerja Dudi. Agustina menyatakan mayoritas SMK banyak yang sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan agar standardisasi keahlian siswa bisa masuk kriteria perusahaan.

"Di sekolah saya sendiri, 69 persen lulusannya sudah pasti terserap ke berbagai perusahaan, sementara sisanya ada yang melanjutkan kuliah dan memiliki usaha. Ini artinya kurikulum SMK, secara umum sudah memenuhi standar perusahaan," jelasnya.

Sementara itu, Human Resource Manager Hotel Santika Jemursari, Nadia Yurinda, menyatakan lulusan SMK secara umum memang sudah bisa memenuhi kriteria standar perusahaan, terutama untuk lulusan Perhotelan dan Pariwisata.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pelatihan khusus ketika mempekerjakan lulusan SMK di perusahaannya.

"Sepengalaman saya, lulusan SMK bisa dengan cepat menyerap pelatihan yang kami berikan. Kami pasti akan terima lulusan SMKyang lulusannya benar-benar qualified," imbuh Nadia.

 

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image