13 Trik Dahsyat Membangun Jejaring yang Menguntungkan Bisnis

oleh Yuli Setiawan 926

Berjejaring juga memiliki seninya tersendiri. Apalagi, bila berjejaring itu memang dirancang untuk mendatangkan kebaikan masa depan dalam lingkup bisnis, tentu makin membutuhkan trik dan tips tersendiri.

Namun intinya, semua selalu bermuara pada satu hal: semakin banyak dan kuat jaringan tentu semakin bagus, karena kita tak pernah tahu kapan akan membutuhkan salah satu dari jejaring itu untuk melakukan kerja sama, atau kesempatan-kesempatan baik dan bagus lainnya.

1 - Persiapan

Jangan menghadiri sebuah acara seminar, rapat formal, pertemuan komunitas bisnis, tanpa adanya persiapan. Persiapan meliputi banyak hal, seperti target datang ke sana, ingin melakukan apa. 

2 - Kartu nama adalah senjata

Sebulan lalu, saya bertemu dengan CTO Tiket.com. Apa hal pertama yang dia lakukan? Memberikanku kartu nama! Yah, padahal, secara posisi, gaji, bahkan keterkenalan, beliau tentu lebih segalanya dari saya, tetapi, hal pertama yang dilakukannya adalah mengeluarkan dompetnya dan memberikan saya kartu nama!

Sedangkan saya, tidak memiliki kartu nama. 

Walaupun kartu nama kelihatan sebagai trik kuno untuk membangun jaringan, namun kartu nama sampai sekarang masih memberkan tajinya. Mengingat nama itu sudah cukup sulit, jangan mempersulitnya lagi dengan tidak memberikan kartu nama, ya. 

3 - Senjata kecil 

Bukan, bukan pisau Swiss atau semacamnya, namun buku kecil, pena atau pensil, atau kalau mau lebih modern dan efisien, tentu membawa tablet. Tentu saja untuk mencatat ide yang berkeliaran, dan lain sebagainya.

4 - Penampilan

Penampilan, yang walaupun bukan hal utama, namun dia adalah hal pertama yang akan terlihat. Citra diri perlu ditampilkan dengan baik sejak awal. Sesuaikan pakaian dengan acara yang dihadiri. Bila hanya pertemuan komunitas bisnis santai, tak perlu memakai jas seresmi ketika pertemuan bisnis formal dengan adanya jamuan makan malam mewah. 

Perhatikan penampilan, karena kita ingin membangun jaringan, bukan membuat orang lain tidak nyaman, bukan? 

5 - Kebersihan diri

Gosoklah gigi atau menggunakan penyegar napas. Cek dulu bau mulutmu, siapa tahu bisa membunuh singa dalam jarak 10 meter. Beberapa orang tak nyaman dengan bau rokok, apalagi bau mulut busuk yang bercampur bau rokok. 

6 - Tak masalah kok bikin tanda pengenal sendiri

Untuk acara-acara seminar bisnis, dengan peserta ratusan, bahkan ribuan, tentu akan sangat sulit mengingat satu per satu nama dari orang-orang yang telah kita kenal. Mengapa kita tak menggunakan trik, selain memberikan kartu nama, juga mengenakan tanda pengenal pribadi? Bisa atas nama perusahaan, bisa atas nama pribadi. Biayanya murah, tapi membuat teman yang baru kita kenal, lebih mudah mengenal dan mengingat kita. Seseorang yang tahu namanya, akan lebih mudah dan nyaman untuk saling berbincang, bukan? 

7 - Ramahlah

Iya, terlihat usang memang tips ini. Tapi, nyatanya memang selalu manjur. Senyumlah dan pasanglah muka ramah. Jika terlihat terlalu serius, kita mungkin akan membuat orang lain gugup.

8 - Mulailah obrolan

Jemputlah bola, jangan menunggu orang lain mengoper. Ajak berbincang orang yang di sampingmu. Mulailah dengan pembicaraan-pembicaraan tak penting, semisal: 

"Pembicara itu, keren juga, ya."

"Snacknya enak, tapi kurang banyak, ya ..."

Atau, berbagi permen juga ide yang lucu

9 - Jangan mulai dengan hal-hal negatif

Iya, membuka obrolan memang perlu dan sangat penting. Tetapi, jangan mengarah ke pembukaan obrolan yang negatif.

"Kok AC-nya kayaknya tidak berfungsi ya, gerah banget di sini."

"Snacknya enakan bikinan istri saya."

Lawan bicaramu juga akan malas untuk menaggapi, karena orang-orang yang sering mengeluh dan mengeluarkan hawa negatif, tentu akan menular. 

Orang-orang datang ke acara tersebut untuk membangun jaringan bisnis, pertemanan, dan kerja sama, bukan mendengarkan orang-orang bodoh yang selalu mencari kambing hitam. 

10 - Perhatian

Jika kita ingin mendapat perhatian, perhatikan juga orang lain. Cara ini merupakan cara terbaik untuk mempromosikan diri. Lihatlah orang yang kita temui dan tersenyumlah; tataplah dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan apa yang mereka katakan. 

Tunjukkan empati terhadap masalah mereka dan berikanlah pujian tulus. Sebutlah nama mereka tapi jangan terlalu berlebihan. Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai hal-hal pribadi dan bisnis mereka. 

11 - Semua orang penting

Sering kita mengabaikan satu orang, dengan anggapan, dia tidak akan mendatangkan keuntungan untuk kita di masa depan. Padahal, bisa jadi alurnya akan seperti ini. 

"Mmmm, untuk sekarang, kayaknya aku memang belum butuh jasa profesional kamu, akan tetapi, ada temanku yang seperti lagi butuh banget. Ini kontaknya. Nanti hubungi saja dia ya, dan bilang rekomendasi dari saya."

Iya, kan. Saya sering mendapatkan momen seperti itu. 

12 - Jangan lupa menjadi pribadi menyenangkan

Kenapa? Karena orang lain akan menceritakan dirinya kita jika mereka menyukai kita. Bolehlah dikatakan kita mungkin memiliki produk atau layanan terbaik di dunia. Akan tetapi, orang tidak akan membicarakan apa yang kita jual atau bisnis kita jika mereka tidak menyukai kita. 

13 - Datang lebih awal

Nalarnya begini: tujuan kita datang adalah untuk bertemu orang sebanyak-banyaknya dan melakukan jejaring dengan mereka. Nah, itulah perlunya datang lebih awal. Selain itu, pulanglah lebih akhir. Berdasarkan pengalaman, pembicaraan di akhir acara biasanya berhasil dengan baik.

Harus diingat: saat menghadiri pertemuan jaringan bisnis, tujuan kita adalah mempromosikan diri kepada orang sebanyak-banyaknya. Tujuan kita adalah membuat mereka tertarik pada kita, yang pada akhirnya bisnis kita dikenal, atau mereka menceritakan kita kepada orang lain. Jika kita mulai membicarakan barang atau jasa kita, kemungkinan besar mereka akan beralih untuk menemui orang lain.

14 - Jangan lupa follow up

Pastikan kita bisa mendapatkan banyak kartu nama pada acara pertemuan jaringan bisnis. Kita juga perlu mendapatkan informasi yang membantu kita menindaklanjuti pertemuan tersebut.

Lakukan apa yang telah kita janjikan. Jika kita menjanjikan akan mengirim informasi kepada seseorang, segera lakukan atau katakan kepada mereka kapan kita akan melakukannya.

Tindak lanjuti stimulus yang telah mereka berikan. Jika mereka memberi informasi tertentu, tindak lanjutilah sesegera mungkin. Sebaiknya kita juga memberitahu orang tersebut bahwa kita telah menindaklanjutinya dan perlu mengucapkan terima kasih.

Buatlah janji untuk mendiskusikan segala sesuatunya lebih lanjut. Lakukan sesuatu keesokan hari saat orang-orang masih mengingat kita dengan baik. Jika kita melakukan seminggu kemudian, mereka mungkin sudah tidak ingat kita.

Kita perlu waspada, jangan sampai terjebak dalam pemikiran bahwa karena sudah berhasil berbincang dengan seseorang dan mereka sudah meminta kartu nama maka mereka akan menjalin bisnis dengan kita. Hal itu mungkin saja terjadi, tetapi kita harus melakukan hal lain lagi, seperti mengirim informasi via email, dan cara-cara lain.

Selamat mencoba, ya.


Sumber: http://virala.id

Beri nilai konten ini  
Responsive image