Manfaat Revitalisasi SMK Akan Terasa pada 2020

oleh Yuli Setiawan 1.315

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan 125 SMK untuk fokus mendalami bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. Yakni jurusan kemaritiman, pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan, dan industri kreatif.

Manfaat dari program revitalisasi SMK ini akan mulai terasa pada pembangunan nasional 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, 125 SMK yang dipilih untuk direvitalisasi tersebut akan didorong untuk melakukan perubahan dan penyelarasan kurikulum yang mengacu kepada dunia usaha dan industri. Menurut dia, pemerintah akan memenuhi kebutuhan profesionalitas guru dan tenaga kependidikannya.

"Kami akan kawal terus sekolah rintisan ini sampai menjadi SMK yang siap menghasilkan tenaga terampil sesuai kebutuhan abad 21. Kami akan meningkatkan standarisasi sarana dan prasarana utama, pemutakhiran program kerja sama industri, pengelolaan dan penataan lembaga serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi. Ini sesuai dengan arahan presiden yang ke depannya SMK akan menjadi rujukan utama siswa lulusan SMP,” ucap Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.

Ia menegaskan, pada 2020, SMK sudah siap melayani tak kurang dari 5,5 juta siswa yang tertarik mendalami pendidikan berbasis teknologi informasi melalui 1.650 SMK rujukan.

“Juga siap 850 SMK reguler, 3.300 SMK aliansi serta 750 SMK konsorsium. Sebanyak 80 persen lulusan SMK akan bekerja sesuai bidangnya dan 12 persen berwirausaha,” ucap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dalam kurun 3 tahun ke depan, Kemendikbud memasang target mampu membangun 750 teaching factory dan technopark di SMK yang berfungsi sebagai rumah inovasi. Selain itu juga akan dibangun 1.000 lembaga kursus dan pelatihan serta 350 SMA luar biasa yang terintegrasi dengan SMK.

Beri nilai konten ini  
Responsive image