Menggugat Penerimaan Tenaga Kerja Asing

oleh Heri Yudianto, ST 2.328

Belum selesai masalah tingginya angka pengangguran jenjang sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kembali timbul kasus baru. Sebagai salah satu kota industri dan pelabuhan terkenal di Jawa Timur, Gresik mulai dibanjiri tenaga kerja asing (TKA). Gresik sebagai salah satu daerah yang menjadi sasaran operasi beberapa perusahaan Penanaman Modal Asing tidak luput dari serbuan TKA. Ironisnya, lulusan SMK di Jawa Timur tidak kalah kuantitas maupun kualitasnya jika dibandingkan TKA.


Gresik sebagai salah satu kota vokasi di Jatim, namun dunia kerjanya menerima TKA, tentu saja menuai tanda tanya. Dikabarkan ratusan TKA dari China itu direkrut oleh PT Wouhan dan PT Eleco selaku sub kontraktor proyek Amurea II yang ditangani PT Pupuk Indonesia Energy (PIE), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Adhi Karya (http://beritagresik.com, 14/12/2016). Tentu saja hal ini tamparan keras bagi dunia pendidikan vokasi. Untuk tingkat pekerja kasar yang belum memiliki keahlian khusus saja ngapain repot-repot mendatangkan dari luar negeri. Bukankah telah banyak alumni SMK di Jawa Timur khususnya Gresik yang bisa direkrut. Amat disayangkan! Saat ini Mendikbud Muhadjir Effendy tengah serius membenahi SMK untuk menghasilkan lulusan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sayangnya niat baik ini diciderai dengan tingkah polah dunia kerja mendatangkan TKA dari China.


Tentu saja langkah impor TKA dari China yang notabene pekerja kasar harus dihentikan. Apalagi China belum tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat menghadiri  peresmian gedung baru SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sedati, mengungkapkan bahwa kualitas lulusan SMK yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur terus meningkat. Hal ini menunjukkan kerja keras dan komitmen serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menghasilkan angkatan kerja yang terampil dan siap bersaing di era MEA. Wagub Jatim berharap dengan jumlah SMK yang mencapai 65 persen dapat menghasilkan lebih banyak tenaga kerja terampil. Seyogyanya hal ini disambut baik dunia kerja dengan bersikap kooperatif. Salah satunya dengan menerima lulusan SMK lokal untuk bekerja di perusahaannya ketimbang merekrut tenaga kerja asing.

Mengacu katalog BPS (Badan Pusat Statistik) Jatim nomor 2303004.35 per Agustus 2015, keadaan angkatan kerja di Jawa Timur untuk kategori Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi justru berasal dari lulusan SMK. Pengertian TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Yang lebih mengejutkan, persentase pekerja sektor konstruksi hanya 7.80%. Persentase yang kecil, padahal banyak sekali proyek besar yang dikerjakan di Jatim. Salah satunya pembangunan Smelter PT Freeport dan pabrik Amonia-Urea II. Keduanya berlokasi di kabupaten Gresik.


Mengacu data BPS terbaru, persentase TPT di Kabupaten Gresik per Agustus 2015 telah mencapai angka 5,67%. Sungguh memilukan! Gresik yang memiliki puluhan BUMN, BUMD, dan ratusan perusahaan swasta justru memiliki persentase TPT yang cukup tinggi. Bandingkan dengan kota Pacitan yang persentase TPT mencapai 0,97%. Justru kota kecil dengan jumlah BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang identik terpaut lebih sedikit dibandingkan Gresik malahan rendah dalam persentase TPTnya.


Menurut hasil survei dari BPS terkini, disebutkan persentase pengangguran lulusan SMK di Jatim mencapai 11,74%, SMA 8,73%, diploma(I/II/III) 8,11%, Universitas 4,99%, SMP 4,43% , dan SD 0,94%. Tentu saja persentase ini mengkhawatirkan! Hasil-hasil survey yang dilakukan BPS dimuat dalam jurnal berjudul “Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur”. Seyogyanya dunia kerja turut andil dalam mengatasi masalah pengangguran ini. Sayangnya beberapa dunia kerja justru memperlihatkan antipati terhadap kualitas lulusan SMK dengan upaya mendatangkan tenaga kerja tidak terampil (non skilled labour) dalam jumlah besar.

Namun masih ada beberapa dunia kerja yang menunjukkan niatan baik membenahi masalah sosial ini. Salah satunya PT Petrokimia Gresik (PG). Hal ini terkuak saat kunjungan Tim Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ke PT Petrokimia Gresik pada hari Kamis 10 November 2016  (http://www.petrokimia-gresik.com, 10/11/16). PG menjawab program Link and Match yang ditawarkan pemerintah melalui program Loka Latihan Keterampilan (Lolapil). Direktur Utama (Dirut) PG, Nugroho Chritijanto menambahkan, Lolapil merupakan bentuk tanggungjawab perusahaan atau Corporate Responbility (CR) terhadap pendidikan.


Ada beberapa SMK yang memiliki jurusan yang sesuai atau Link and Match dengan kebutuhan PG serta menjalin kemitraan dalam bentuk magang bagi siswa maupun guru. Salah satunya SMK Negeri 1 Driyorejo yang berlokasi di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. SMK ini setidaknya memiliki 3 kompetensi keahlian yang sesuai dengan kebutuhan PG. Antara lain kompetensi Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Elektronika Industri (TEI) dan kimia Analis (KA). Kepala SMKN 1 Driyorejo, Drs. H. Suyono, M.M, menyambut baik adanya program ini. Lebih lanjut, beliau mengungkapkan adanya rencana pihak PT Petrokimia Gresik mengganti program Lolapil dengan Akademi Komunitas Petro.


Solusi

            Ada beberapa solusi yang dapat ditempuh untuk menekan laju penerimaan tenaga kerja asing. Pertama, mengkaji ulang syarat investasi dan pinjaman luar negeri yang menyetujui masuknya pekerja negara pemberi pinjaman ke Indonesia. Kedua, memberlakukan visa kepada negara-negara yang belum menjalin kerjasama mengenai penerimaan tenaga kerja asing. Ketiga, memperketat persyaratan masuk bagi tenaga kerja asing (TKA) yaitu mampu berbahasa indonesia dengan lancar dan mempunya sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).  


Harapan

Jika ada kebutuhan tenaga kerja kasar dalam proyek-proyek di Jatim diharapkan merekrut dari alumni SMK lokal, sehingga dapat berdampak positif dalam menurunkan tingkat pengangguran SMK.

 

 

 

Konten ini dikontribusikan oleh:

Heri Yudianto, ST

1. Nama : Heri Yudianto, ST 2. NIP : 19800908 201101 1 004 3. NUPTK : 1240758660120003 4. Jabatan : Guru Mapel Produktif Teknik Pemesinan

Beri nilai konten ini  
Responsive image