SiLARAS

Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Dunia Usaha/Dunia Industri Dalam Mewujudkan Penyelarasan Kejuruan (Link&Match) di SMK dilaksanakan Melalui Layanan “SiLARAS”

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 20 Tahun 203 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sekolah menengah kejuruan bertujuan untuk menyiapkan lulusannya terutama untuk bekerja. Hal ini mengandung makna bahwa lulusan SMK dipersiapkan untuk mengisi struktur tenaga kerja terampil level menengah guna mendukung perkembangan dunia usaha dunia industri.

Perekonomian Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dengan kondisinya yang relatif stabil. Pada tahun 2030, Indonesia berpotensi untuk menjadi negara ke 7 dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia. Ini merupakan loncatan yang signifikan dari posisinya di peringkat ke 16 pada tahun 2012. Dalam jangka waktu 15 tahun ke depan, akan terjadi lonjakan kebutuhan tenaga kerja dari 55 juta pada saat ini menjadi 113 juta di tahun 2030. Peluang bisnis sebesar 1.8 triliun US Dollar - antara lain di bidang jasa, pertanian, dan perikanan - juga diproyeksikan akan tercipta (McKinsey, 2012). Oleh sebab itu tersedianya sumberdaya manusia (tenaga kerja) dalam jumlah memadai dan dengan keterampilan yang tepat bisa membuat Indonesia menjadi tempat yang menarik bagi investasi yang bisa menggerakkan pembangunan.

Pembangunan Industri Nasional (seperti yang tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional/RIPIN 2015 – 2035) mencita-citakan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh dan menjadikan industri sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional. Ini juga makin dipertegas oleh rencana pemerintah untuk mendorong pertumbuhan populasi industri skala menengah dan besar sekitar 9000 usaha hingga tahun 2019. Untuk itu, sumber daya manusia industri perlu disiapkan secara terencana sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau perkembangan kawasan industri yang ada. Berbagai tantangan seperti tidak sesuainya pasokan lulusan dari sektor pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja sektor industri perlu segera ditangani. Sektor pendidikan – khususnya Pendidikan Kejuruan (SMK) – dan sektor industri harus menjadi mitra yang mampu bekerjasama secara efektif. Pengembangan Pendidikan Kejuruan harus selaras dengan pembangunan dan kebutuhan dunia usaha/dunia industry (DU/DI). Pelaksanaan penyelarasan (link&match) antara dunia pendidikan khususnya SMK dengan DU/DI menjadi kunci utama guna berhasilnya penyiapan sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam mendukung pembangunan.

Visi Direktorat Pembinaan SMK adalah Terbentuknya Insan dan Ekosistem Pendidikan Kejuruan Yang Berkarakter Berlandaskan Gotong Royong. Untuk mewujudkan visi tersebut terdapat beberapa misi, yaitu: 1) Mewujudkan pelaku pendidikan sekolah menengah kejuruan yang kuat; 2) Mewujudkan akses sekolah menengah kejuruan yang meluas, merata dan berkeadilan 3) Memwujudkan pembelajaran yang bermutu di sekolah menengah kejuruan serta 4) Mewujudkan penguatan tata kelola serta peningkatan efektifitas birokrasi dan pelibatan publik.

Untuk mendukung usaha pencapaian misi tersebut, Subdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri yang merupakan salah satu subdit yang ada di Dit. PSMK menyelenggarakan fungsi “Penyusunan Bahan Perumusan, Koordinasi, Dan Pelaksanaan Kebijakan Di Bidang Penyelarasan Kejuruan Dan Kerjasama Industri Sekolah Menengah Kejuruan”. Dan secara khusus Seksi Penyelarasan Kejuruan salah satunya melaksanakan tugas untuk “Pelaksanaan Kebijakan Bidang Penyelarasan Kejuruan Bagi SMK”.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi di seksi tersebut dan dengan memperhatikan kebutuhan penyiapan SDM yang terampil yang mendukung pertumbuhan industri diperlukan optimalisasi layanan yang memfasilitasi partisipasi dunia usaha/dunia industri dalam mendukung terwujudnya penyelarasan kejuruan di SMK (link&match)”.

Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Dunia Usaha/Dunia Industri Dalam Mewujudkan Penyelarasan Kejuruan (Link&Match) di SMK dilaksanakan Melalui Layanan “SiLARAS”.

a. Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Dunia Usaha/Dunia Industri

Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Dunia Usaha/Dunia Industri berasal dari fasilitasi, peningkatan, partisipasi, dunia usaha/dunia industry. Fasilitasi artinya memberikan fasilitas; peningkatan artinya proses, cara, meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb) (KBBI Online 2016). Dunia Usaha/Dunia Industri adalah individu/perusahaan yang menjadi tempat bekerja bagi lulusan SMK. Dalam proyek perubahan ini yang disebut dengan Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Dunia Usaha/Dunia Industri adalah upaya atau proses yang dilakukan untuk melayani Dunia Usaha/Dunia Industri agar dapat bekerja sama dengan SMK.

Fasilitasi ini akan dilakukan dalam bentuk penyediaan layanan baik secara dalam jaringan maupun di luar jaringan untuk memudahkan dunia usaha/dunia industri dalam bekerja sama dengan SMK. Layanan yang diberikan mencakup media untuk konsultasi, advokasi, bantuan koordinasi dan layanan lainnya yang terkait dengan kerjasama antara dunia usaha/dunia industri dengan SMK.

b. Penyelarasan Kejuruan (Link&Match)

Penyelarasan Kejuruan berasal dari kata penyelarasan dan kejuruan. Penyelarasan berarti proses, perbuatan untuk membuat supaya selaras (sesuai, serasi, senada, seirama). Sedangkan kejuruan artinya kepandaian khusus atau keterampilan. (KBBI Online 2016).

Penyelarasan kejuruan adalah suatu upaya untuk mewujudkan terjadinya kesesuaian keterampilan yang dikuasai lulusan lembaga pendidikan (SMK) dengan jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha/dunia industri.

c. Layanan “SiLARAS”

Layanan “SiLARAS”, Sistem Layanan Penyelarasan adalah suatu upaya untuk melayani dunia usaha/dunia industri yang memiliki itikat baik untuk melakukan penyelarasan dan kerjasama dengan sekolah menenengah kejuruan dalam bentuk pemagangan, penggunaan lulusan, pemberian masukan atas kurikulum, pemanfaatan Corporate Social Responsibility bagi SMK ataupun pembukaan kelas industri.

Layanan tersebut dilakukan dalam bentuk konsultasi, fasilitasi, advokasi, ataupun layanan lain secara dalam jaringan ataupun luar jaringan. Secara khusus kerjasama tersebut dapat didefinisikan dalam lingkup:

  1. Pembukaan kelas khusus atau kelas industri
  2. Pemagangan (internship) bagi guru dan siswa
  3. Rekruitmen
  4. Pengembangan teaching factory
  5. Pemanfaatan Corporate Social Responsibility
  6. Sertifikasi Kompetensi
  7. Pengembangan Training Center di SMK
  8. Guru/Instruktur Industri
  9. Lain-lain


Bergabung dengan jaringan SiLARAS »