Peranan SMK Sebagai Career Center

oleh Yuli Setiawan 9.272



Nomor Surat : 1076/C5.5/MN/2006
Tanggal : 21 Februari 2006

Kepada
Yth Kepala Dinas Pendidikan
Di Seluruh Indonesia

Disampaikan dengan hormat bahwa untuk menjawab berbagai tantangan dalam memberikan layanan Pendidikan bermutu, khususnya dalam bentuk pembekalan kompetensi kejuruan bagi masyarakat yang memerlukan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berpotensi untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan kejuruan dimaksud dengan memanfaatkan seoptimal mungkin sumberdaya yang dimilikinya.

Khusus mengenai layananan diklat kompetensi 1 tahun pasca SLTA pada program Community College yang diselenggarakan oleh SMK, dalam implementasinya menimbulkan kerancuan persepsi dan pemahaman masyarakat antara jenjang Pendidikan menengah dengan jenjang Pendidikan tinggi. Kerancuan perpepsi tersebut terutama berkaitan dengan status peserta diklat (tamatan SLTA), tetapi dilaksanakan oleh satuan Pendidikan menengah (SMK).

Untuk menghindari kerancuan persepsi dan pemahaman tersebut sebagaimana diuraikan di atas, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1.Sebutan/istilah Community College pada SMK tidak lagi digunakan, adapun program-program diklat non-reguler yang telah dirintis dapat terus dikembangkan sebagai Career Center

2.Diklat kompetensi di luar program regular, yaitu diklat jangka pendek, maupun jangka panjang (1-2 tahun) sebagai program diklat yang berbasis masyarakat, SMK tetap dapat melaksanakan program-program dimaksud dalam perananya sebagai Career Center.

3.Career Center, tidak saja menyelenggarakan diklat jangka pendek bagi masyarakat, melainkan juga dapat menyelenggarakan diklat kompetensi 1-2 tahun bagi tamatan SLTA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, belum bekerja/mendapat pekerjaan,�drop-out� perguruan tinggi, maupun masyarakat luas yang memerlukan pembekalan dan peningkatan penguasan kompetensi kejuruan.


4.Program-program Pendidikan dan pelatihan kompetensi kejuruan yang berada pada Politeknik, Universitas, maupun lemdiklat yang bekerjasama dengan Politeknik /Perguruan Tinggi masih dapat menggunakan istilah Community College, denan mengacu pada pengaturan penyelenggaraan diklat kompetensi yang berlaku pada jenjang Pendidikan tinggi.



5.Pengembangan peranan SMK sebagai Career Center, secara sinergis harus dapat mendorong peningkatan mutu layanan Pendidikan regular, khususnya dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun kerjasama dengan dunia kerja dan dunia usaha/industri.

6.Pedoman Career Center pada Sekolah Menengah Kejuruan, lebih lanjut akan disusun dan dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara kami ucapkan terima kasih.



Direktu Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah


TTD


Prof. Suyanto, Ph. D
NIP 130606377
Beri nilai konten ini  
Responsive image