Kemendikbud, BNP2TKI, UGM, dan HRD Korea Persiapan Lulusan SMK Bekerja di Korea Selatan

Oleh: Apriliyadi · Kamis, 3 Oktober 2019 19.59 · 862

Bagikan

Dalam rangka penyiapan sumber daya manusia yang kompeten dan unggul sesuai dengan amanat Instruksi Presiden nomor 9 tahun 206 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia, Direktorat Pembinaan SMK bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam hal penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri.

 

Direktorat Pembinaan SMK telah menunjuk pilot project pelaksana program kerja sama di 3 SMK yaitu SMKN 1 Losarang Indramayu, SMKN 2 Cilacap, SMK PGRI 2 Ponorogo. Ketiga SMK tersebut mendapatkan bantuan pemerintah berbasis industri/keunggulan wilayah tahun 2019 untuk mendukung pelaksanaan program kerja sama ini. Ruang lingkup kerja sama yang dilaksanakan yaitu sosialisasi program penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri, pengadaan bahan dan alat penunjang, pelaksanaan pelatihan Bahasa korea bagi guru dan siswa, dan sertifikasi EPS-TOPIK (Employment Permit System - Test of Proficiency in Korean) yaitu ujian kemampuan Bahasa Korea yang diperuntukkan bagi calon tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Korea Selatan.

 

Sosialisasi program kerja sama ini telah dilaksanakan oleh masing-masing sekolah pada tanggal 30 Juli 2019 s.d. 1 Agustus 2019. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh unsur Direktorat Pembinaan SMK, orang tua siswa, guru-guru SMK di sekitar, serta hadir juga Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas TKLN I BNP2TKI. Hal-hal yang dibahas pada kegiatan tersebut adalah informasi peluang kerja di luar negeri khususnya Korea Selatan, rencana pelatihan Bahasa Korea baik bagi guru dan juga siswa, serta rencana sertifikasi EPS-TOPIK bagi para siswa.

Pelaksanaan kerja sama ini juga didukung oleh Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea) dengan memberikan bantuan berupa modul Bahasa Korea sebanyak 175 buku bagi 3 SMK pilot project. Selain itu, dalam mempersiapkan peserta didik SMK mengikuti Sertifikasi EPS-TOPIK, guru/instruktur mata pelajaran Bahasa Korea di SMK pelaksana pilot project perlu menyamakan persepsi dalam membimbing peserta didik dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Korea melalui kegiatan Training of Trainer (ToT). Pelatihan Bahasa Korea bagi guru/instruktur telah dilaksanakan pada tanggal 16-17 September 2019 bekerja sama dengan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Jumlah guru/instruktur dan penanggungjawab program yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 10 orang.

Selanjutnya siswa akan diberikan pembelajaran melalui Bahasa Korea di sekolah untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian EPS-TOPIK. Ujian sertifikasi EPS-TOPIK rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan Maret - April 2020. Jumlah siswa yang ditargetkan untuk mengikuti ujian sertifikasi EPS-TOPIK dari SMKN 1 Losarang Indramayu sebanyak 70 siswa, SMKN 2 Cilacap sebanyak 40 siswa, dan SMK PGRI 2 Ponorogo sebanyak 50 siswa. Dengan program kerja sama ini diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja lulusan SMK yang memiliki keterampilan dan siap untuk bekerja di Korea Selatan.

Bagikan

#PetuahPetuah

Kamu harus rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan.

Wiji Thukul