SERI GLS: Aktivitas Literasi di Suduik Minang SMKN 2 Pariaman

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 230

Membangun kesadaran dan cinta akan seni dan budaya merupakan salahsatu tujuan lierasi budaya dan kewargaan. SMKN Negeri 2 Pariaman yang dipimpin oleh Dra Arrahmi telah melakukan implementasi dengan menghadirkan Suduik (Ind. Sudut) Minang, sebuah bangunan untuk menyajikan pusat pustaka Minang.

Menurut Bapak Yuliastri Kurnia Wandi, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, tujuan dibangun Suduik Minang adalah untuk menumbuhkembangkan semangat dan rasa cinta budaya leluhur Minangkabau; mendukung program pemerintah dalam meningkatkan budaya baca bagi peserta didik; serta sebagai  point of interest berupa konstruksi bangunan dalam lingkungan sekolah.

Pada awalnya Suduik Minang ini hanya dianggap sebagai panggung untuk pertunjukan. Namun saat peserta didik terlibat dan mengikuti literatur yang ada di dalamnya, kesan Minangkabau dan kesadaran akan ke-Minang-an mulai tumbuh. Lebih-lebih setelah mereka membaca tulisan yang berisi pepatah petitih adat Minang, yang selama ini sudah ditinggalkan kaum Muda Minang. “Dalam perkembangannya fungsi Suduik Minang makin bertambah untuk kegiatan lain, misalnya diskusi, kegiatan ekstrakurikuler dan menjadi spot untuk swafoto (selfie)”, Tambah Pak Yuliastri, Guru bahasa Indonesia yang aktif membantu Kepala Sekolah dalam mengelola Suduik Minang.

Dengan bimbingan Bapak Priyadi, S.Sos-Sekretaris LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Kota Pariaman, Suduik Minang juga menjadi tempat kegiatan ekstrakurikuler Pidato bahasa Minang. “Ini merupakan upaya kami melestarikan budaya Minang. Dengan adanya Suduik Minang ini dapat menumbuhkembangkan rasa cinta akan sastra, seni dan budaya, khususnya nilai luhur agama dan adat budaya Minangkabau”, Ibu Arrahmi menambahkan.

Kegiatan Sastra di SMKN 2 Pariaman juga dikelola dalam bentuk Komunitas Pecinta Sastra, bahkan juga ada anggota yang karyanya telah diterbitkan. Masih ada lagi kegiatan sastra dalam kelompok kecil oleh Pecinta Buku (Kutu Buku), yang kegiatannya saling bertukar buku dan saling pinjam buku baru antar anggota kelompok. Buku yang banyak diminati adalah novel populer dan buku dakwah maupun buku-buku keagamaan lainnya”, imbuh Pak Yuliastri.

 

Kehadiran bangunan sejenis Suduik Minang di SMKN 2 Pariaman, akan menjadi suatu wadah yang berharga warga sekolah untuk mengembangkan kecintaan akan sastra setempat. Bukan saja merupakan pemenuhan kebutuhan akan rasa ingin tahu bagi peserta didik, namun akan bermanfaat khususnya bagi kawula muda atau masyarakat luas untuk mempelajari budaya melalaui sekolah. Akan menarik dan luas manfaatnya, bila di daerah lainsekolah-sekolah menghadirkan hal sejenis.SMK Bisa! SMK Hebat! SMK Cerdasberliterasi.(Foto: Dok SMKN 2 Pariaman).

Beri nilai konten ini  
Responsive image