Kegiatan LKS 2019 Hari Ke-3: Pertunjukkan Kompetensi dan Ragam Acara Yang Menarik

oleh Apriliyadi 544

Sebanyak 31 Lomba dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2019 yang dilaksanakan hari ketiga (09/07) dibagi menjadi empat venue. Jogja Expo Center (JEC) sebagai pusat kegiatan LKS terdapat 26 bidang lomba dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ada 4 bidang lomba, serta SMKN 6 Yogyakarta dan Hotel Grand Dafam Rohan Jogja masing masing terdapat 1 bidang lomba. Hari ini merupakan hari pertama para peserta harus menunjukkan kemampuan terbaiknya di depan dewan juri. Bukan hanya kemampuan teknis, tetapi kemampuan mental juga harus diuji di depan pengunjung yang melihat secara langsung di sebagian besar bidang perlombaan.

 

Begitu masuk lokasi venue JEC, tepatnya di zona B No 7 JEC digelar bidang lomba motorcycle repair & tractor engine assembly. Untuk tractor engine assemly sendiri termasuk kompetensi yang baru dipertandingkan di ajang tahunan ini. Menurut Sodik, salah satu pembibing dari kontingen DKI Jakarta, menyatakan bahwa bidang tractor engine assemly penting untuk para siswa SMK, khususnya dari rumpun pertanian, karena traktor  merupakan salah satu alat utama dalam dunia pertanian. Bidang ini dilombakan adalah overhaul untuk perawatan mesin traktor 100 jam kerja.

Booth job matching yang berada di selasar gedung JEC juga sangat menarik bagi para job hunter, khususnya fresh graduate dari tamatan SMK.  Digelarnya job matching bertujuan untuk mempertemukan tamatan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang memerlukan tenaga kerja tingkat menengah, memberi peluang saling berinteraksi antara tamatan SMK untuk menawarkan kompetensi yang dimiliki kepada dunia usaha dan dunia industri yang memerlukan tenaga kerja, meningkatkan wawasan tamatan SMK tentang peluang kerja di dunia usaha dan dunia industri, dan meningkatkan keterserapan lulusan SMK di dunia kerja.

Ada 61 booth industri yang berpartisipasi dalam program pembukaan kesempatan kerja bagi lulusan SMK, seperti para fresh graduate dari SMKN 4 Yogyakarta ; Maya Sofia, Pipin Larasati, Siti Az Zahra dan Arani Suci.  “Empat dara” ini  sepakat bahwa dengan adanya job matching memudahkan mereka untuk mendapatkan informasi seputar dunia kerja karena langsung bertemu dengan industri sehingga bisa memilih profesi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Masuk ke bagian indoor JEC, pengunjung akan menemui booth literasi sekolah sebagai wahana Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah. Dari stand SMKN 5 Yogyakarta, pengunjung akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Wedang jahe dan sebungkus nasi kucing ditawari kepada pengunjung sebagai bagian culinary literacy yang bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas membaca. Pengunjung juga dapat menulis kesan dan pesan untuk digantung di pohon literasi serta bisa melakukan swafoto di photo booth.

Masih di area yang sama, pameran produk inovatif karya siswa SMK dari 34 provinsi, produk unggulan DIY, dan stand industri digelar apik agar pengunjung bisa menikmati ragam karya bangsa Indonesia. Salah satu stand yang cukup menarik berasal dari Kalimantan Barat. Provinsi yang diwakili oleh SMK Kristen Immanuel Pontianak menggelar hasil karya inovasi berupa program AR (Augmanted Reality). Ketika menggunakan program tersebut, pengunjung dapat melihat tutorial, salah satunya adalah teknik computer assembly. Selain program AR,  juga ditunjukkan inovasi teknologi berupa VR (Virtual Reality) yang menarik para pengunjung untuk menggunakannya.

Di tengah area pameran, terdapat stage yang digunakan untuk kegiatan fashion show dengan tema “Indonesia Pusat Busana Muslim Dunia.”  Tujuan digelarnya fashion show ini adalah memperkenalkan busana muslim Indonesia yang menjadi pusat busana muslim dunia. Salah satu peserta yang mengikuti program ini berasal dari SMKN 1 Depok Sleman yang membawa 16 model untuk fashion show. Menurut salah satu model, Heni Tira Yuanti yang juga siswa jurusan Tata Busana, kegiatan ini menambah pengalaman sebagai model dan menambah wawasan mengenai tren di dunia fashion.

Berbagai macam lomba seperti mechantronics, electronics, electrical istallation, mobile robottic, fashion tecnology, hair dressing,  marketing on line, metrologi  dan graphic design technology digelar di zona D lantai satu. Satu hal yang menarik adalah adanya peserta wanita yang mengikuti salah satu bidang lomba yang didominasi oleh kaum pria.

 

Naik ke lantai dua, bidang lomba beauty therapy yang diikuti oleh 22 peserta tidak kalah ramainya dibandingkan bidang lomba lain. Kompetensi yang dilombakan pada hari pertama adalah express facial, body treatment, mini manicure, dan temporary hair removal. Hari berikutnya akan dilanjutkan kompetensi advance facial with ultrasonic, eyelash tinting, eyebrow tinting da eye brow shapping, eyelash extention, dan SPA Pedicure. Fantacy make up dan fantacy nail art akan dilombakan pada hari terakhir. Semua kompetensi tersebut dilakukan secara berkesinambungan setiap hari.

Masih di area yang sama, workshop robotika dan otomatisasi yang dipersembakan SMK PGRI 2 berkolaborasi bersama Klub Robotik G-COM Teknologi dengan penyedia equipment robotic dari Fischertechnic Education. Kegiatan workshop ini diikuti oleh 40 peserta yang mendaftar secara on line pada hari sebelumnya. 

 

Selain itu, dilaksanakan juga workshop industri “Kompeten Menyongsong Industri 4.0” mulai tanggal 09 s.d. 11 Juli 2019 yang digelar pada pukul 08.00 s.d.16.00 WIB. Pada Selasa (09/07) beberapa tema workshop yang dijadwalkan antara lain beauty class, tractor engine technology, persiapan karier, technology industry 4.0, amazing experience carrier with denzo kosen, dan Ausbildung: beasiswa belajar dan magang di Jerman.

Julia Jasmine dari Youthmanual menjelaskan hasil observasi kegiatan LKS (on the spot) tepat sebelum workshop dengan tema “Persiapan Karier” dimulai   bahwa potensi siswa SMK sangat luar biasa. Secara garis besar disampaikan bahwa era sekarang ekonomi digerakkan oleh internet & konektivitas yang akan berjalan cepat. Perubahan itu akan memunculkan profesi baru, seperti digital marketing, big data analyst, food stylist, dan sebagainya. Dari hasil survei youthmanual, banyak siswa yang bingung menentukan karier. Di sinilah peran guru dibutuhkan agar dapat membuka wawasan siswa mengenai jurusan dan profesi sesuai potensi yang dimiliki.

            

 

Diterbitkan oleh :

Direktorat Pembinaan SMK

Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud

 

Yogyakarta, 9 Juli 2019

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image