SERI KWU :JURUS SIKEPO MENDONGKRAK OMSET MELAMPAUI TARGET-Implementasi di SMK TI Pembangunan Cimahi

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 771

Mengampu pembelajaran yang kekinian merupakan suatu hal yang menantang bagi Ibu Tresi Tiara Intania Fatimah, SE. betapa tidak, bagi bu Tresi, menjadi guru Kewirausahaan dan Produk Kreatif di SMK harus mampu membawa peserta didiknya benar-benar melakukan aktivitas wirausaha. “bukan sekedar belajar tentang wirausaha aadalah…”.

Bu Tresi dengan penuh keberanian menantang peserta didiknya untuk mempunyai target, dan bila target tersebut tidak tercapai, maka mereka belum bisa mendapat nilai. Meski penuh dengan pro dan kontra dari berbagai pihak, namun metode pembelajarannya tetap dilaksanakan. Setiap peserta didik di kelasnya dipatok unuk memenuhi target omset sebesar Rp. 500.000,00 per semester. Sontak geger, di sekolahnya, karena berdagang di sekolah saja sudah dianggap tabu, ini malah membuat target omset. Namun Bu Tresi tetap berupaya mewujudkan pandangannya, bahwa target tersebut akan sangat mudah dicapai oleh mereka  yang bersungguh-sungguh. “Lima ratus ribu seakan besaaar sekali, padahal bila menjual sepatu, misalnya, hanya 2 s.d. 5 pasang saja. Itu untuk 1 semester/ 6 bulan lho…” Bu Tresi memberikan sanggahannya

Dengan kegigihannya memotivasi peserta didik di sekolahnya -SMK TI Pembangunan Kota Cimahi-, Bu Tresi menerapkan metode SIKEPO akronim dari ObservaSI-KEpepet-Praktik-Omset. Dalam proses pembelajaran peserta didik diwajibkan melakukan observasi untuk melakukan pengamatan peluang usaha; Peserta didik juga dibuat kepepet dengan wajib melakukan kontrak belajar dan membuat perencanaan usaha; kemudian mereka wajib praktik dengan melakukan kegiatan Bisnis Online, dan akhirnya mereka harus dengan jujur mencatat dan melaporkan Omset penjualan mereka. Tentu saja penerapan metode ini juga disetujuai Drs. Tutus, sang kepala Sekolah.

Jurus SIKEPO terbukti ampuh dalam menyemai bibit-bibit wirausaha di sekolahnya. Dari 300 siswa wirausaha 26 orang telah mampu mencapai omset lebih dari 5.000.000/semester. Bahkan omset tertinggi tahun pelajaran 2019 mencapai 120.255.000, diraih oleh Kelvin Firmansyah. Mereka telah mendapat penghargaan dari SEAMEO Sekretariat dan beberapa diantaranya memperoleh Beasiswa Prestasi dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.

Pembelajaran Kewirausahaan, harus benar-benar dipraktikkan, Tidak bisa hanya teori saja. Di SMK TI Pembangunan implementasi SIKEPO terbukti dapat membentuk softskills Kewirausahaan. Dengan Observasi, peserta didik dapat bersikap empatik. Mereka tidak bisa pandang remeh pedagang asongan, atau pedagang maknan keliling yang ternyata dapat meraih omset ratusan ribu per hari. Bahkan Tukang Sate dapat meraih omset belasan juta per malam.

Dengan Kepepet/ kontrak belajar dan perencanaan usaha, peserta didik belajar bertanggungjawab dan bersikap gigih mencapai target. Karena kepepet, mereka dapat menemukan berbagai inspirasi pemecahan masalah dan bersikap kreatif menghadapi tantangan. Dengan kepepet, mereka berupaya menjalin kerjasama dan berkomunikasi satu sama lain. “Mereka menjadi mengerti arti kolaborasi” ungkap bu Tresi.

Melalui praktik, peserta didik menerapkan nilai keuletan, bekerja sungguh-sungguh untuk memenuhi order/ permintaan pelanggan. Inilah tantangan dan peluangnya. Mereka juga harus memposting testimoni pelanggan sebagai gambaran keberhasilan praktik penjualan.

Akhirnya, dari omset yang diraih mereka berlatih bersikap disiplin melakukan pencatatan dan jujur atas capaiannya. Mereka harus memposting bukti-bukti pembayaran sebagai laporan raihan omset. Semua tergambar di blog masing-masing sebagai sarana pemantauan dan evaluasi oleh Bu Tresi.

Tips dari Bu Tresi, agar pembelajaran Kewirausahaan menjadi menarik, gunakan sumber belajar dan buku referensi yang kekinian yang membahas tentang bisnis online. Para guru harus membuka wawasan dan mencari referensi yang update dan pendekatan kekinian untuk pembelajaran.

Alhasil, pembelajaran Kewirausahaan yang menerapkan metode SIKEPO ini bukan hanya mebentuk Softskills peserta didik. Namun, dapat pula meningkatkan prestasi belajar dan menjadikan belajar teori lebih mudah –karena peserta didik telah mengalami setiap tahapan yang dibahas dalam teori-, serta rasa percaya diri peserta didik. Peserta didik dapat memenuhi kebutuhan eknominya sendiri, bahkan dapat membantu orangtua mereka. Dan dampaknya adalah menjadi bagian dari promosi sekolah serta kemandirian lulusan. SMK Bisa!. SMK Hebat!

Beri nilai konten ini  
Responsive image