Siswa SMKN 1 Sanden Budidaya Cacing Sutra

oleh Apriliyadi 314

SANDEN, KRJOGJA.com - Terobosan baru ditempuh SMK Negeri 1 Sanden  untuk menumbuhkan jiwa entreprenuer di kalangan siswa. Ketatnya persaingan dalam memperebutkan lapangan kerja harus disikapi dengan bijak. Siswa mesti dibina dan didorong untuk selalu memuculkan ide baru dalam membuka peluang usaha tanpa tergantung pihak lain. Supaya target yang dicanangkan terealisasi, SMK Negeri 1 Sanden membuat gebrakan baru dengan melakukan budidaya cacing sutra.

“Sekitar satu bulan lalu konsep budidaya cacing sutra kami kembangkan di SMK Negeri 1 Sanden. Terobosan ini kami gulirkan  dengan pertimbangan peluang bisnis ini dimasa mendatang cukup menjanjikan,” ujar Ketua Jurusan Agribisnis Budidaya Perikanan SMK Negeri 1 Sanden, Sutrisna SP, Jumat (10/5).

Dijelaskan, selama ini cacing sutra berhabitat di saluran air yang terdapat banyak limbah rumah tangga atau kotoran hewan ternak. Namun, memasuki musim penghujan cacing sutera sangat sulit berkembang biak. Sementara permintaan pasar terhadap cacing jenis ini tidak pernah  berkurang. Selain itu, mulai berkurangnya pencari cacing sutra di aliran sungai membuat permintaan pasar belum bisa terpenuhi.  

“Kami tahu tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan sebagai pencari cacing. Oleh karena itu SMK Negeri 1 Sanden  melakukan budi daya secara mandiri sehingga cacing yang semua berada di lumpur limbah kini bisa kami kembangkan di kolam  yang bersih dan terawat,” kata Sutrisna.

Selama ini, permintaan cacing sutra didominasi oleh pusat pembenihan ikan di DIY. Selain itu, sebenarnya SMK Negeri 1 Sanden juga membutuhkan pasokan cacing untuk pakan bibit ikan.

“Di sekolah ini kan juga ada jurusan perikanan. Sehingga ketika pembenihan dilakukan membutuhkan cacing sutra. Karena semakin sulit dicari sehingga kami memutuskan melakukan budidaya cacing sutra sendiri,” jelasnya.

Meski baru tahap awal, namun indikasi keberhasilan mulai terlihat. Bahkan  dua pekan kedepan SMK Negeri 1 Sanden sudah panen perdana cacing sutra.

Sutrisna mengatakan, keunggulan cacing sutera yang dibudidayakan SMK Negeri 1 Sanden ialah tidak memanfaatkan limbah untuk pakan. Tetapi menggunakan fermentasi buatan siswa sekolah tersebut.

“Untuk budidaya pertama kali setelah 60 hari baru panen, setelah itu dua pekan sekali bisa panen,” jelasnya.

Dengan budidaya cacing tersebut sekaligus untuk menumbuhkan jiwa wirausaha kepada siswa sehingga setelah lulus sekolah bisa mandiri dan membuka usaha baru. (Roy)

 

sumber : krjogja.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image