Implementasi Pendidikan Karakter Era Revolusi Industri 4.0 Ala SMK Negeri 3 Bandung

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 382

Era Revolusi industri 4.0 ditandai dengan otomatisasi dan konektivitas internet dengan perangkat tdan teknologi lainnya. Era ini menuntut umat manusia bersikap lebih cerdas dalam menyikapi keadaan. Era ini membawa tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat, tidak terkecuali dalam kehidupan persekolahan.

Kemampuan menyiasati keadaan dan menjadikan segala sesuatu efisien serta dipermudah juga menandai gaya hidup di era revolusi industri keempat ini. Salah satu implementasi terlihat dalam pola pembelajaran Pelajar Pencinta Lingkungan (PEPELING), sebuah kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 3 Bandung. Aktivis PEPELING melakukan aktivitas berkebun di greenhouse sekolah dengan menanam sayuran/ buah dan hasilnya dijual serta hasil penjualannya diputar untuk pengembangan usaha mereka. 

Penggunaan Greenhouse sekolah yang berada di taman bagian tengah sekolah ini, memperlihatkan secara nyata bahwa bertani di perkotaan (urban farming) perlu siasat tersendiri. Bertani tidak harus di sawah dengan menggunakan tanah, namun dapat menggunakan teknologi. Dengan pembagian tugas yang jelas, para aktivis PEPELING melakukan kegiatan pertanian dengan  melakukan peawatan tanaman, pengecekan air dan konsentrasi nutrisi yang dilakukan 2 hari sekali, cek hama, pembasmian gulma dan tanaman liar.  Di sinilah karakter disiplin, tanggung jawab, kerjasama dan kemandirian secara  konsisten ditanamakan. Tanggung jawab peserta didik diasah, kolaborasi dilatih secara berkelanjutan hingga dapat mencapai hasil yang diharapkan saat panen.

Penanaman karakter untuk berpikir kritis dalam menyikapi keadaan juga dilatihkan di sini, karena setelah tiba saat panen, maka peserta diwajibkan melakukan penjualan, karena dengan penjualan tersebut maka mereka akan mempunyai dana untuk keterlnjutan aktivitas dan usaha bagi pembelian media, bibit, nutrisi cair dan biaya perawatan lainnya. Oleh karena itu mereka harus dengan teliti mengelola keuangan dan membuat perencanaan usaha. Di sinilah karakter kemandirian dalam kewirausahaan dibangun. 

Hidup dalam era revolusi industri keempat tidak bisa bermanja ria, meski kita dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada di lingkungan, tetapi bila tanpa pembinaan penggunaan fasilitas, maka kaum muda akan mengarah menjadi konsumtif dan tergantung kepada pihak lain. Dengan bimbingan dan arahan ibu Euis Purnama selaku Kepala Sekolah, Ibu Yurita Guru pembimbing dan Kang Turki, kawula muda dapat menciptakan masa depannya sejak belia, dari hobi menjadi kompetensi dan membawa mereka hidup mandiri. SMK Cerdas Berkarakter.
 

Beri nilai konten ini  
Responsive image