Literasi Numerasi dan Finansial di Greenhouse SMK Negeri 3 Bandung

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 450

 

Berliterasi, bukan hanya membaca dan menullis. UNESCO mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasikan dan mengkomputasikan dengan menggunakan materi tercetak maupun tertulis. Literasi melibatkan pembelajaran yang berkelanjutan untuk memberdayakan individu dalam mencapai tujuan-tujuannya, mengembangkan kemampuan dan potensinya, dan agar mampu berpartisipasi penuh dalam komunitas dan masyarakat luas. Oleh karena itu kini kita kenal dengan 6 jenis literasi yang diperkenalkan oleh Gerakan Liteasi Sekolah,  meliputi: Literasi Baca-Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Finansial dan Literasi Budaya dan Kewargaan.

Sebagai sekolah yang mempunyai core kompetensi di bidang Bisnis manajemen, SMKN 3 Bandung mengimplementasikan aktivitas literasi di bidang numerasi dan finansial melalui Pelajar Pecinta Lingkungan (PEPELING).  Aktivitas literasi ini dilakukan di kebun/greenhouse sekolah, sebagai sarana bisnis yang berbasis hobi. Peserta didik yang mempunyai minat dan hobi di bidang berkebun, didorong berkebun dengan suasana gembira sekaligus memupuk jiwa wirausaha.

Kegiatan yang dibimbing oleh Ibu Yurita dan Kang Turki ini telah menggiatkan siswa untuk mengenal berbagai kegiatan yang mengasah literasi numerasi dan finasnsial mereka. Peserta didik dilatih untuk berhitung dan memperhitungkan jangka waktu, komposisi air dan konsentrasi nutrisi, menyusun prencanaan, juga mengelola keuangan. Karena hasil dari aktivitas berkebun ini dijual dalam bentuk bahan mentah maupun berupa jus.

Dari kegiatan berkebun hidroponik ini, selain menjadi sarana mengasah minat dan kompetensi melalui hobi, peserta didik juga berlatih untuk berkolaborasi dengan sesama aktivis PEPELING. Karena mereka harus berbagai tugas untuk merawat, melakukan pengecekan air, pengecekan hama dan pembasmiannya.

Di bawah pipmpinan Ibu Euis Purnama (Kepala SMKN 3 Bandung), SMK Negeri 3 Bandung melihat peluang usaha bidang pertanian di perkotaan oleh kawula muda. Dengan dukungan Komite Sekolah, budidaya dan produksi sayur/ buah ini dapat terwujud dengan greenhouse yang mengambil lokasi di taman tengah milik sekolah. Semua hasil penjualan produk dibukukan oleh peserta didik dan dikembangkan sebagai modal usaha pada kegiatan berikutnya serta digunakan untuk pembiayaan aktivitas PEPELING lalinnya. Utamanya, semua peserta harus berusaha agar aktivitas dan bisnis mereka harus berkelanjutan,

Kesadaran akan pentingnya pelibatan seluruh ekosistem sekolah, maka PEPELING juga mengajak para orangtua untuk terlibat lngsung dalam berproduksi, -contohnya Kang Turki yang merupakan orangtua siswa, sekaligus anggota komunitas hidroponik-. Keterlibatan orangtua lainnya adalah dalam membeli produk hasil budidaya peserta didik di sekolah. Tentu saja para orangtua menyambut baik hal ini, karena dapat menyaksikan secara langsung bahwa putra-putri mereka banar-benar beraktivitas produktif di sekolah dan hasilnya secara faktual dapat dinikmati.

Berliterasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi bagaimana menggunakan kemampuan dalam menghitung dan memperhitungkan, menggunakan pengalaman numerasi dan matematis serta akuntansi, juga dapat membantu manusia dalam mengembangkan kemampuan hidup. Terlebih lagi dalam membuat perencanaan keuangan dan mengelolanya, merupakan implementasi kehidupan finansial yang dapat dilatihkan sejak dini. Latihan yang dilakukan oleh SMKN 3 Bandung ini merupakan langkah pemberdayaan individu dan kelompok peserta didik dalam mencapai tujuan-tujuan mereka di masa depan. Berliterasi di greenhouse sekolah mengasah literasi numerasi dan finansial, sekaligus menjadi sarana literasi budaya dan kewargaan dalam hidup sebagai petani kota. Salam Literasi!! (Foto: dok SMKN 3 Bandung)

 

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image