SMK Pertanian Berbasis Kota Dikembangkan

oleh Apriliyadi 672

SEMARANG, suaramerdeka.com - Revitalisasi sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian guna menghadapi tuntutan bidang pertanian moderen terus dilakukan oleh Kemendikbud RI. Salah satunya dengan dikembangkannya jurusan kompetensi keahlian pertanian berbasis kota atau urban agriculture. Pola pertanian berbasis kota yang memanfaatkan teknologi tinggi pada lahan tanam sempit itu menjadi salah satu model favorit di Asia Tenggara saat ini.

Kasubdit Pembinaan Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, M Widianto MT mencanangkan pola pertanian berbasis kota di SMK Negeri 1 Bawen didampingi Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan pejabat yang berwenang. (suaramerdeka.com/dok)

 

Urban agriculture merupakan pekerjaan pertanian masa depan. Sekaligus mensiasati semakin berkurangnya lahan pertanian di wilayah perkotaan,” kata Kasubdit Pembinaan Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, M Widianto MT, usai mencanangkan penerapan kompetensi urban agriculture di SMK Negeri 1 Bawen, Sabtu (27/4).

Pencanangan kemarin, ditandai dengan pemukulan gong oleh M Widianto disaksikan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Jateng Hari Mulyanto, dan Kepala SMK Negeri 1 Bawen, Jumeri. Ia melanjutkan, para pengelola SMK harus kreatif menggali potensi lokal guna menentukan jurusan kompetensi keahlian yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan begitu, siswa yang telah lulus uji kompetensi dan sertifikasi di bangku sekolah dapat berwirausaha atau pun bersaing dalam bursa kerja.

“Pola ini adalah jawaban terhadap revolusi industri 4.0 yang mengutamakan penggunaan teknologi. Jadi bisa saja nantinya ada petani yang menanam menggunakan teknologi robot atau menyirami tanaman menggunakan gelombang sensor elektromagnetik,” imbuh dia.

Kepala SMK Negeri 1 Bawen, Jumeri menjabarkan, bila pengembangan urban agriculture bakal diterapkan di jurusan kompetensi agribisnis pangan dan hortikultura. Jurusan ini menjadi unggulan dari enam kompetensi keahlian yang ada.

“Saat ini kita sudah kekurangan lahan pertanian dan anak-anak muda tidak lagi tertarik dengan pertanian konvensional. Kita akan ubah cara pandang mereka agar bisa hidup di kota dengan melaksanakan bidang pertanian,” jabarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan, pihaknya sangat menghargai langkah pengelola SMK Negeri 1 Bawen untuk menerapkan kompetensi pertanian modern. Menurut Ngesti, para siswa nantinya akan memiliki bekal kompetensi yang mumpuni sesuai tuntutan zaman pertanian moderen.

“Terpenting para siswa setelah lulus nantinya bisa menjadi wirausahawan tangguh karena memiliki kemampuan bertani yang mumpuni,” pungkasnya.

Sumber : suaramerdeka.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image