SMKN 63 Jakarta, Satu-satunya Kebun Belajar SMK Pertanian di Jakarta

Oleh: Apriliyadi · Jumat, 15 Februari 2019 14.20 · 2.783

Bagikan

Jakarta—Letaknya berada daerah yang sedikit tersembunyi, berdiri di antara perumahan yang menjamur di perbatasan antara Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatatan. Namun, di lokasi itulah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 63 Jakarta berdiri.

Dipenuhi gedung-gedung dan rumah padat memang membuat Jakarta tidak menjadi alasan bagi sekolah yang merupakan satu-satunya SMK Pertanian di Jakarta ini.  Memiliki fasilitas yang sangat baik dan cukup canggih dan berdiri di total lahan seluas 15 hektare membuat 534 siswa yang belajar di SMK ini terfasilitasi dengan baik untuk mempelajari bidang pertanian terkini, terutama urban farming.

Valentina Purnama Dewi, Kepala SMKN 63 Jakarta, dalam sambutan membuka peluncuran Technopark SMKN 63 dan kick off Laboratorium Kultur Jaringan, mengatakan bahwa SMKN 63 siap menjadi pusat pembelajaran urban farming di Jakarta.

“Sekarang ini tren pertanian adalah pertanian perkotaan. Dan pola pertanian perkotaan ini paling cocok menggunakan kultur jaringan. Arah tren ini juga cocok dengan kondisi di DKI Jakarta,” jelas Valentina.

Bersamaan dengan kick off Laboratorium Kultur Jaringan, SMKN 63 Jakarta juga meluncurkan Technopark yang sudah dimulai sejak Oktober 2018. Diharapkan dengan adanya Technopark dapat membantu pembinaan sekolah yang berada di sekitar SMKN 63 Jakarta, seperti SMKN 41, SMKN 42, SMKN 61, SMKN 62, SMKN 28, SMKN 18, dan beberapa sekolah swasta telah terbantu dengan kehadiran technopark ini. Tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah lainnya akan menysul.

“Kami juga telah membina alumni-alumni dari sekolah ini untuk membuat produk-produk pertanian dan makanan olahan. Kami bina mereka dari masalah produksi hingga pemasaran. Sehingga SMKN 63 Jakarta ini bisa menjadi SMK kebanggaan masyarakat Jakarta,” tambah Valentina.

Maju Bersama Kolaborasi SMK dan Industri

Perkembangan zaman menuntut pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas. Daya saing Indonesia dalam menghadapi persaingan antar negara maupun perdagangan bebas sangat ditentukan oleh outcome dari pembinaan SDM-nya. Salah satu upaya negara dalam pemenuhan SDM level menengah yang berkualitas adalah pembinaan pendidikan kejuruan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah tidak bisa berdiri sendiri memajukan sekolahnya. Butuh dukungan berbagai pihak, termasuk SMKN 63 Jakarta. Valentina juga menjelaskan bahwa dari kerja keras dan dukungan berbagai pihak inilah yang membuat SMKN 63 Jakarta menjadi maju seperti sekarang ini. Fasilitas laboratorium kultur jaringan terbangun berkat dukungan kerja industri, salah satunya dengan Astra Honda Motor (AHM).

Selain dukungan pembangunan fasilitas laboratorium kultur jaringan, SMKN 63 akan bekerja sama dengan AHM dalam mengembangkan tanaman jati. Komitmen AHM untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup selaras dengan visi dengan SMKN 63 Jakarta. Komitmen AHM tertanam dengan motto “satu kendaraan satu pohon tertanam.”

Pasarkan Pupuk Organik Cair karya Siswa
 

Tidak berhenti sampai membina SMK sekitarnya, SMKN 63 Jakarta juga memproduksi produksi pertanian, misalnya bio active dan biofert. Bio active dan biofert merupakan produksi karya Muhammad Ardyansyah dkk, siswa kelas 10-3 jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura). Produk ini sudah dimulai sejak dua bulan yang lalu dan dipasarkan secara terbatas.  

Menurut Ardy, bio active dan biofert yang diproduksi SMKN 63 ini proses produksinya sendiri 100 % organik. Produk ini dapat dipastikan zero waste danzero cost. Bahan-bahannya terdiri dari sabuk kelapa yang direndam selama dua minggu, ragi, bakteri mikro organisme, dan sejenis zat hara gula sehingga menjadi energi bagi bakteri berkembang biak.


“Kegunaannya untuk mempercepat pertumbuhan bunga, memperkuat batang, mempercepat pertumbuhan daun, memperkuat akar, dan mengusir hama dan penyakit tanaman. Dan Bio active ini juga bisa digunakan untuk tumbuhan yang ditanam secara hidroponik,” jelas Ardy.
 

Pembeli yang berminat bisa memesannya langsung ke sekolah atau ke instagram yang dikelolanya bersama teman-temannya. Namun, kualitas produk ini sudah siap dipasarkan secara umum. Dalam satu bulan bisa menghasilkan 600 liter.  Apresiasi kepada Ardy diberikan kepada Marullah Matali, Walikota Jakarta Selatan, yang juga sempat memesan Bio active beberapa botol.

Sumber : Diolah dari agronet.co.id


 

Bagikan

#PetuahPetuah

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.

Tan Malaka