Pemprov Kepulauan Riau Segera Implementasikan Pendidikan Vokasi SMK

oleh Apriliyadi 542

Jakarta-sejak diterbitkannya Inpres no 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, pemerintah provinsi mulai membenahi pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan.

Salah satu provinsi yang mulai membenahi SMK adalah Provinsi Kepulauan Riau. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS. Arif Fadillah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah siap untuk mengimplementasikan revitalisasi pendidikan vokasi di sejumlah SMK di Kepri.

“Peningkatan kompetensi pelajar melalui revitalisasi pendidikan vokasional sangat penting bagi Kepulauan,” jelas Arif.

"Anak-anak Kepri harus mampu bersaing dalam persaingan bebas, termasuk dengan negara lainnya. Kita harap mereka punya daya modal untuk masuk ke pasar kerja," kata Arif usai menghadiri rapat koordinasi persiapan pelaksanaan pilot projek revitalisasi SMK pada 9 Pemda di Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Menurut Arif, revitalisasi pendidikan vokasi menjadi sangat penting karena Kepulauan Riau memang berbatasan langsung dengan sejumlah Negara. Selain itu, banyak potensi yang belum diolah dengan baik.

Bidang yang akan didorong untuk berkembang adalah sektor manufaktur dan kemaritiman. Selain itu, Arif juga meminta agar sektor pariwisata juga didorong untuk berkembang.

Hasil gambar untuk pantai lagoi bay

sumber: pergidulu.com

“Sebagai kawasan pariwisata nomor tiga di Indonesia, kita ingin sektor pariwisata juga menjadi prioritas," kata Arif.

Karena itu, T.S. Arif Fadillah meminta kepala dinas pendidikan provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Dali, agar segera menyurati semua dinas provinsi untuk bersama-sama menjalankan revitalisasi SMK.

Ada enam program pengembangannya yang akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Pertama adalah teaching factory, berupa penerapan budaya kerja industri di sekolah dan subcon atau industri masuk sekolah. Kedua adalah penyelarasan kurikulum dengan industri.

Ketiga berupa sertifikasi peserta didik. Keempat tentang kemitraan sekolah dan industri. Program kelima peningkatan dan pemenuhan kompetensi guru produkif dan terakhir adalah pembahasan kelas industri.

“Untuk mendukung semua itu, Pemprov akan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Peningkatan sarana prasarana tersebut seperti standardisasi workshop, revitalisasi peralatan praktik, penyesuaian ruang kegiatan belajar dan standardisasi kelengkapan K3,” Arif menambahkan,.

Editor: Yudha

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image