7 SMK Di Indonesia Indonesia Mendapat Bantuan Mobil Dari Suzuki

oleh Rizky Setiawan 1.313

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya membangun kualitas Pendidikan khususnya untuk siswa-siswi SMK dengan menjalankan progam Corporate Social Responsibilty (CSR). Kemdikbud khusunya Direktorat PSMK terus membangun kerjasama dengan industri untuk menaikan mutu dan kompetensi lulusan SMK.

Kemdikbud bersama PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berkerjasama membangun kualitas pendidikan, khususnya untuk lulusan SMK melalui program “Suzuki Peduli Pendidikan”. Melalui program ini, PT SIM mendonasikan mobil ke berbagai SMK yang tersebar di beberapa kawasan Indonesia. Seremoni penyerahan donasi ini dilaksanakan pada Selasa (11/12) di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi.

Fajar Dewanto, Section Head Building Construction & Facility Department HRD & GA PT SIM menyampaikan, “Sebagai perusahaan otomotif, kami terpanggil untuk berkontribusi dalam hal ini. Kami ingin lulusan SMK punya kualitas dalam bidangnya sehingga siap untuk terjun ke dunia kerja. Program Suzuki Peduli Pendidikan merupakan titik awal kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di bangku SMK. Maka melalui donasi unit-unit mobil Suzuki seperti APV, Ertiga, dan Karimun Wagon R ke tujuh SMK, pihak sekolah dapat memanfaatkan unit tersebut sebagai alat kerja praktik pembelajaran bagi para siswa.”

Donasi mobil dalam program Suzuki Peduli Pendidikan merupakan langkah PT SIM untuk menjalin sinergi dengan dunia pendidikan agar kualitas para siswanya meningkat. Mengakhiri tahun 2018, PT SIM memberikan donasi mobil Suzuki ke tujuh SMK yang terdiri dari SMK Assadatul Abadiyah Bekasi, Jawa Barat; SMK Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah; SMK Palapa Semarang, Jawa Tengah; SMK Negeri 1 Gantar Indramayu, Jawa Barat; SMKN 7 Baleendah, Bandung, Jawa Barat; SMK Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur; dan SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, Jawa Timur.

“Melalui program ini, kami harap mobil yang kami donasikan tidak hanya menjadi alat pembelajaran bagi para siswa, tapi juga dapat mempersiapkan calon-calon tenaga ahli profesi di bidang otomotif yang lebih berkualitas, sehingga nantinya dapat mengurangi angka pengangguran lulusan SMK di Indonesia,” tutup Fajar.

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image