Kemdikbud Gelar Acara Rembuk Pendidikan Kejuruan SMK 2018

oleh Rizky Setiawan 525

Jakarta - Menindaklanjuti implementasi Instruksi Presiden No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia, Direktorat Pembinaan SMK melaksanakan kegiatan Rembuk Pendidikan Kejuruan SMK Tahun 2018 dengan tema “Solusi Mengatasi Pengangguran Lulusan SMK”.

Dalam menghadapi Revolusi industri 4.0 atau era industri digital sudah di depan mata. Pada era ini, sebagian besar kegiatan perekonomian akan menggunakan teknologi digital. Banyak kekhawatiran tenaga manusia bakal tergantikan oleh tenaga robot. Hal tersebut harus diantisipasi dengan tetap meningkatkan perhatian kepada pekerjaan yang tidak akan tergantikan dengan robot. Bahkan akan ada lapangan pekerjaan baru yang bisa diserap.

Direktorat Pembinaan SMK Bersama Industri terus membangun kerjasama untuk membangun mutu dan kompetensi lulusan SMK agar bias terserap di dunia Industri setalah lulus kelak. Dalam acara yang dilaksanakan pada  Rabu, 5 Desember 2018, Kemdikbud memberi piagam penghargaan kepada industri yang telah mendukung peningkatan mutu SMK. Dalam hal ini Industri yang menerima penghargaan adalah, Astra Honda Motor. L’Oreal Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Alf PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Yamaha Motor Manufacturing Indonesia. Acara Rembuk Pendidikan Kejuruan SMK di adakan di Pullman Hotel Jakarta dan di hadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution, Perwakilan dunia industri dan Pejabat dari lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan, angka TPT dari SMK dalam tren positif. tahun lalu TPT yang berasal dari SMK sebesar 11,41%, sementara tahun ini menjadi 11,24%. Jadi sebenarnya pengangguran di SMK turun, meskipun porsinya masih tinggi.

Jumlah serapan tenaga kerja lulusan SMK terus meningkat setiap tahun. Yakni, dari sekitar 12 juta pada 2017 menjadi 13 juta pada tahun ini. Secara persentase, pada tahun lalu pengangguran lulusan SMK sebesar 11,41%. Jumlah pengangguran lulusan SMA dan SMK terus menurun dibandingkan lulusan Sarjana. Peningkatan serapan tenaga kerja lulusan SMK merupakan indikator dari keberhasilan program revitalisasi pendidikan vokasi. Selain meningkatkan jumlah SMK, pemerintah juga mengeluarkan paket kebijakan untuk meningkatkan kualitas lulusannya.

Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution, Ph.D mengatakan, “Saya memberi hormat dan apresiasi tinggi untuk siswa/siswi SMK yang meraih medali emas dan perak di Worldskills Asia 2018. Dari yang saya lihat, mereka adalah orang-orang yang bisa bersaing dan bagus kemampuanya, lalu masalah pokok untuk Kemdikbud adalah bagaimana Kemdikbud bisa mencetak siswa/siswi yang punya skill bagus dan mampu bersaing secara merata.”

Mendikbud, Muhadjir Effendy juga mengatakan, “Dengan diskusi ini, saya berharap dapat menghasilkan solusi bagaimana mengatasi pemberitaan pengangguran lulusan SMK dengan bersinergi dunia usaha dan dunia industri.

Beri nilai konten ini  
Responsive image