Dukung Pendidikan 4.0 di Indonesia, SMK Bina Prestasi Bersama Kompas Gramedia Wujudkan Smart Library

oleh Rizky Setiawan 570

Jakarta - Empat topik yang akan dibahas pada ISODEL 2018 yaitu bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan Indonesia, bagaimana mentransformasikan pendidikan secara digital, membangun anak bangsa dan pendidik yang melek digital tapi tetap berkarakter, serta pendidikan vokasi.

Salah satunya sudah dilakukan dan didukung oleh SMK Bina Prestasi Bekasi Jawa Barat dengan mendigitalkan buku-buku yang ada di perpustakaan kedalam satu aplikasi yang dapat diunduh oleh seluruh siswa dan guru. Yakni aplikasi Gramedia Digital Nusantara.

Usai mengunduh akan langsung terlihat buku-buku yang ada di aplikasi dan dapat dibaca kapanpun dan di manapun.

Sayangnya, saat ini hanya khusus untuk kalangan SMK Bina Prestasi saja karena setiap masuk ke aplikasi harus login menggunakan username dan password yang khusus diberikan kepada siswa dan guru.

"Kita harus mempersiapkan dan mengembangkan siswa ke persiapan Making Education 4.0 For Indonesia. Dibagi dalam empat sub tema dimana dalam karakter sub building itu salah satunya adalah pemanfaatan digital library untuk problem solving. Karena kedepannya siswa itu dituntut untuk berpikir secara kritis. Kemudian berkemampuan yang kreatif," ungkap Guru Kewirausahaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Bina Prestasi, Lenny Widiastuti, Senin (3/12/2018).

Lenny juga sempat melakukan penelitian terhadap minat baca ke perpustakaan di sekolahnya.

Lenny mendokumentasikannya dalam penelitiannya yang berjudul Enhancement On Literacy Awareness Through Smart Library. Mengetahui minat baca rendah, Lenny Widiastuti kemudian menggandeng Kompas Gramedia.

"Penelitian ini berawal dari melihat minat baca di SMK Bina Prestasi itu sangat rendah. Parameternya dari jumlah kunjungan siswa ke Perpustakaan idealnya 100 persen, tapi pada kenyataannya tidak. Banyak siswa yang malas membaca sehingga berimbas juga malas ke perpustakaan," papar Lenny.

Ia menyatakan dari hasil penelitian problem solving ditemukan faktor man-nya atau siswanya, metodenya, enviro atau lingkungan.

Dalam penelitian itu diketahui bahwa siswa fokus kepada gadget yang digunakan mereka sendiri.

Hingga akhirnya Lenny terpikirkan, kenapa tidak membuat Smart Library yang dapat dibaca kapanpun dan dimanapun.

Saat mencari provider untuk Smart Library tersebut, bertemulah Lenny dengan Kompas Gramedia.

"Muncul solusi dengan Smart Library ini, ketika saya mencari provider saya menemukan Kompas Gramedia untuk bekerja sama dengan SMK Bina Prestasi," tambahnya.

Lenny mengaku awalnya sempat diragukan berbagai pihak karena asumsi produk yang dibuat akan mahal, tetapi ia berpikir dengan budget lumayan tetap bisa mendapatkan 375 buku.

"Smart Library ini seperti library konvensional tetapi benefitnya lebih luar biasa. Tidak memerlukan tempat penyimpanan, buku lebih aman dan lainnya. Siswa dapat memilih ratusan buku dan disana juga sudah ada sinopsis bukunya," ungkap Lenny.

Sementara itu, Wakil PT Gramedia, Johnson JS Hutabarat mengatakan terdapat beberapa manfaat mengembangkan Smart Library bagi Gramedia, diantaranya mengoptimalkan hasil-hasil karya penerbitan dalam unit usaha KG untuk mendapatkan revenue stream baru, dengan memperhatikan kecenderungan digital yang terjadi.

Serta mempercepat masuknya produk-produk Penerbitan KG ke pasar yang dikuasai oleh teknologi digital dan online.

Keuntungannya, hasil penerbitan bisa langsung dinikmati pasar tanpa menunggu proses cetak, distribusi, dan penjualan buku yang membutuhkan waktu.

Selain itu, ini juga sebagai tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan minat baca bangsa Indonesia.

"Perpustakaan Digital dengan koleksi judul buku, majalah, koran terlengkap yang memungkinkan dibaca dimana saja untuk mendorong minat baca dan pengembangan pendidikan," ungkap Johnson.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018.

Ajang simposium internasional ini digelar mulai tanggal 3 – 5 Desember 2018, di Grand Ballroom The Stones Hotel Legian, Badung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy direncanakan akan membuka penyelenggaraan ISODEL ke-9 sore nanti dengan tema Making Education 4.0 For Indonesia.

“Ada tiga format acara yang menjadi satu kesatuan yakni simposium, workshop dan pameran,” jelas Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI, Ananto Kusuma Seta, disela kegiatan.

Tujuan dari acara ini untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.

Lewat penyelenggaraan ISODEL ke-9 diharapkan banyak peserta pendidik yang dapat mengambil ilmu tentang pentingnya teknologi untuk membangun karakter anak bangsa yang mampu bersaing secara global


Sumber: Tribunews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image