Disdik Aceh Bahas Rivitalisasi SMK, Sambut Baik Program Pendidikan Empat Tahun

oleh Rizky Setiawan 313

Jakarta - Dinas Pendidikan Aceh menggelar acara Duk Pakat dengan para kepala sekolah, para pengusaha dunia usaha dan industri serta pengurus kamar dagang dan industri (Kandin) kabupaten/kota membahas tentang revitalisasi pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tanah Rancong, Selasa (27/11/2018).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin MPd menyatakan siap mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terkait program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Hal itu menurut Syaridin, pada acara Duk Pakat sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan dan penyerapannya melalui dunia kerja. Di Aceh sendiri, katanya, belum ada SMK yang menerapkan program pendidikan 4 tahun. Tetapi daerah-daerah lain sudah menerapkannya.

“Saya mengizinkan apabila ada sekolah yang mengajukan program tersebut, saya akan mendukung serta akan memfasilitasinya," ujar Syaridin saat membuka Bimbingan Teknis Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam rangka revitalisasi SMK, Senin (26/11/2018) malam, di Banda Aceh.

Dikatakan, jika hal itu terwujud, akan menjadi pilot project untuk Aceh. Ia mencontohkan, pada tahun 2014, ia pernah berkunjung ke SMKN 7 Semarang.

"Di sana (SMKN 7 Semarang) sudah menerapkan program pendidikan 4 tahun sejak tahun 2014. Program pendidikan 4 tahun ini dimaksudkan 3 tahun tamat dan 1 tahun khusus untuk membina, meningkatkan, memperdalam keterampilan atau bidang kompetensi yang dipilih," katanya.

Dengan demikian, lulusan SMK tersebut benar-benar siap untuk terjun ke dunia usaha atau dunia industri.

Dikatakan, isu pendidikan nasional saat ini ada dua, yaitu revitalisasi SMK dan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

Secara umum, SMK tidak bertujuan untuk lulusannya ke pendidikan tinggi, namun karena berbagai pertimbangan di SMK itu juga dibutuhkan kemampuan intelektual peserta didik agar lahirnya tenaga ahli pada bidangnya. Maka 30 persen dari lulusan SMK diharapkan juga untuk dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Menurut Syaridin jika program ini dijalankan, para kepala sekolah sejak awal harus mampu menanamkan lulusan SMK untuk masuk dunia usaha. Siswa SMK harus lebih banyak mengikuti praktik dari teori.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Aceh Teuku Miftahuddin MPd mengatakan Bimbingan Teknis Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam rangka revitalisasi SMK ini diikuti sebanyak 400 peserta.

Mereka terdiri atas kepala SMK, dunia usaha dan dunia industri serta perwakilan Kadin dari kabupaten/kota di Aceh.



Sumber: Serambinews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image