Siswa SMK 2 Klaten Jadi Juara Duta Internet Sehat

oleh Rizky Setiawan 197

Jakarta - Internet cerdas dapat diwujudkan dengan saring sebelum sharing. Internet kreatif bisa terwujud dengan membuat sebuah karya dan diunggah ke internet.

Internet produktif, dapat diwujudkan dengan memulai berbisnis online untuk menambah penghasilan. Itulah jawaban Taufik Hidayat, Duta Internet Sehat Festival Ayo Membaca (FAM) 2018 Solopos terpilih saat ditanya bagaimana peran generasi muda untuk mewujudkan internet cerdas, kreatif, dan produktif?

Pembawaan yang menyenangkan, ramah, dan supel mendorong siswa SMK Negeri 2 Klaten tersebut terpilih. Selain itu, Taufik juga dinilai menguasai materi dan mengerti pentingnya berinternet sehat. Dengan kemampuan tersebut, pemuda 18 tahun itu diharapkan mampu mengedukasi sesama generasi muda untuk belajar etika berinternet dan bersama-sama memerangi hoax.

Humas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya, Erwina Tri, menilai Taufik memiliki penyampaian pandangan dan informasi yang natural dan enggak dibuat-buat. Sikap seperti itu, kata dia, dibutuhkan saat seorang duta menyosialisasikan tentang internet kepada sesamanya.

“Generasi milenial itu lebih nurut ke teman atau sebaya dibanding orang yang lebih tua. Mereka seolah enggak mau digurui. Taufik yang supel diharapkan bisa mengemban misi itu. Dia bisa membaur, jadi infonya akan lebih mudah masuk ke teman-temannya,” ucap dia sesudah bertugas sebagai juri duta internet sehat FAM 2018, Rabu (7/11/2018) malam.

Juara kedua Duta Internet Sehat diraih oleh Madha Fitrah Pratama dari SMA Pradita Dirgantara dan Tristania Faisa Adam dari SMA Negeri 4 Solo  menyusul di posisi ke-3. Erwina berharap seluruh juara dan finalis dapat menularkan melek berinternet sehat di era digital seperti saat ini. Mereka bisa menggunakan berbagai tools yang tersedia untuk menyaring informasi dan mengecek kevalidan sebelum menyebarkannya.

Pemilihan Duta Internet Sehat FAM 2018 dimulai sejak sebulan lalu yang diikuti 30an siswa-siswi SMA/SMK se-Soloraya. Mereka diminta menggelorakan semangat berinternet sehat lewat media sosial dan platform perpesanan yang dimiliki. Dari 30an peserta, terpilih sepuluh finalis yang diminta orasi di depan publik. Selanjutnya, mereka wajib menjawab pertanyaan acak dari dewan juri.

“Setelah itu terpilih tiga finalis yang berhak ke babak selanjutnya. Mereka lalu saling bertanya dan juri kembali memberikan pertanyaan. Setelah itu terpilihlah juara pertama, kedua, dan ketiga,” ucap Koordinator Acara Panitia HUT Ke-21 Solopos, Danang Nur Ihsan.

Ditemui seusai menerima piala, Taufik, mengaku berkampanye internet sehat di media sosial sejak 25 Oktober sampai 7 November. Dari situ ia mempelajari berbagai cara berinternet sehat. Ia juga memperbanyak literasi digital. “Setelah terpilih, saya akan memperbanyak kampanye internet sehat dan menyosialisasikan pentingnya internet sehat. Sasaran pertama teman sekolah, kampung, baik secara online dan offline,” kata dia.

 

Sumber: Solopos.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image