90% Lulusan SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Pasti Kerja di Luar Negeri

oleh Muhammad Abdul Majid 126

“Kata siapa lulusan SMK pencetak pengangguran di Indonesia?” ujar Kepala Sekolah SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban. Kata inilah yang pertama kali terucap saat diskusi dengan salah satu staff Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud. Statement ini sekaligus menjadi antitesa dari narasi publik yang terlalu mendeskreditkan SMK sebagai biang keladi pengangguran di Indonesia.

SMK Pelayaran Muhammdiyah Tuban merupakan sekolah revitalisasi dan sekaligus sekolah yang layak dikunjungi oleh Presiden. Sekolah ini fokus pada bidang keahlian kemaritiman dengan 3 kompetensi keahlian yaitu nautika kapal penangkap ikan, teknika kapal penangkap ikan dan agribisnis pengolahan hasil perikanan. Jumlah siswa SMK ini pada tahun ajaran 2017/2018 sejumlah 615. 

Setiap tahunnya ada lebih dari 100 taruna taruni SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban diterima bekerja di luar negeri. Ada beberapa negara yang menjadi tujuan bekerja mereka yang umumnya adalah di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan. Adapun jenis pekerjaannya sesuai dengan background kompetensi keahlian mereka. Pada umumnya untuk taruna mereka berprofesi sebagai penangkap ikan sedangkan taruni pada pengolahan hasil ikan.

Ketika ditanya perihal awal mula bisa mengirimkan lulusannya bekerja di luar negeri, Kepala Sekolah SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban menjelaskan bahwa pada awalnya dari rekan beliau yang dulunya sama sama sebagai pelaut. Kemudian banyak dari mantan pelaut itu mendirikan lembaga atau perusahaan yang telah bekerja sama dengan Perusahaan luar negeri untuk mengirimkan tenaga kerja. Setelah itu Pak Suyanto yang dulunya adalah berada di bagian humas sekolah berkoordinasi dengan rekannya tersebut untuk menjalin kerja sama dengan sekolahnya. Dari sinilah kemudian cikal bakal banyaknya alumni SMK Pelayaran yang bekerja di luar negeri. Tutur Pak Suyanto yang sekarang menjadi Kepala Sekolah.

Kemudian untuk bisa bekerja di Luar Negeri, taruna taruni harus melewati tahap seleksi yang terdiri dari seleksi fisik dan pengetahuan umum serta bahasa Jepang. Ketiga instrumen seleksi tersebut harus bisa lulus agar mampu lolos bekerja di Luar Negeri. Oleh karena itu dalam kurikulum pembelajaran di kelas pun ketiga aspek tersebut dimasukkan bahkan ada jam tambahan, teruta menjelang proses seleksi.

Adapun perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban yaitu PT. SEII, PT. Sekai Hikari, PT. HARINI ASRI BAHARI, PT. Daisho dan PT. Pumi Taiwan. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan perusahaan di Jepang, Korea dan Taiwan. Alumni dari SMK ini tersebar di negara-negara tersebut.

Terkait dengan gaji, Pak Suyanto menuturkan setiap perusahaan memiliki rating gaji yang berbeda-beda, “yang jelas melebihi gaji PNS di Indonesia Mas”, candaan Pak Suyanto. Pendapatan umum para alumni berada dikisaran 10-20 juta rupiah jika dikonversikan dalam mata uang rupiah. Dengan gaji seperti itu sudah banyak alumni kita yang berhasil mengangkat perekonomian keluarga, bahkan sudah ada yang berhasil meng-umrohkan kedua orang tuanya. Hal inilah yang menjadi prestasi terbesar sekolah dan SMK pada umumnya yaitu mengantarkan siswa-siswinya bisa bekerja.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita bisa mengangkat nama SMK, SMK adalah pencetak tenaga kerja bukan sebaliknya. SMK BISA SMK HEBAT.

Beri nilai konten ini  
Responsive image