SMK 1 Musuk Jadi Sekolah Rintisan Kurikulum Literasi

oleh Rizky Setiawan 684

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan SMK 1 Musuk sebagai Sekolah Rintisan Kurikulum Literasi. Terkait hal itu, sekolah pun melakukan upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya membaca di lingkungan sekolah. ”Ini prestasi bagi kami dan sekaligus tantangan ke depan,” ujar Kepala SMK 1 Musuk, Dra Nurul Hidayati MPd, Sabtu (21/7/18) akhir pekan lalu.

Dijelaskan, pihaknya juga akan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam waktu dekat. Kegiatan dititikberatkan pada pembiasaan membaca. Membaca sebagai awal untuk bisa memahami dari suatu bahan bacaan. ”Serta bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dikenal slogan baca, pahami, maknai. Tema dari kegiatan ini adalah Gerakan Literasi Menuju Pencapaian Kompetensi Abad 21.” Tak hanya itu saja, sekolah juga bakal membekali peserta didik dengan kegiatan yang lebih bermakna, yaitu dengan pelatihan jurnalistik.

Dari pelatihan ini diharapkan kemampuan baca tulis peserta didik akan meningkat. ”Target kegiatan pelatihan ini adalah adanya majalah yang diterbitkan oleh SMK 1 Musuk sebagai ajang kreativitas dan wadah informasi warga sekolah.” Ditambahkan, tahun ajaran baru 2018/2019 memberikan semangat untuk berprestasi lebih baik. Apalagi, pihaknya juga baru saja menuntaskan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi 150 siswa baru, Senin-Rabu (16-18/7/18).

Program ini berkali-kali menjadi sorotan publik karena sering membudayakan praktik senioritas dengan bumbu bulying melalui perpeloncoan. Oleh karena, pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah yang mengganti program masa orientasi sekolah (MOS) menjadi MPLS. ”MPLS merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal kegiatan awal tahun ajaran baru guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.”

Adapun kegiatan MPLS di SMK 1 Musuk dikemas dalam kegiatan yang edukatif dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Salah satu kegiatan adalah gerakan peduli terhadap lingkungan dengan cara penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguatan pendidikan untuk mencintai lingkungan. ”Siswa diminta membawa bibit tanaman pucuk merah untuk ditanam bersama di lingkup sekolah, sehingga lingkungan sekolah semakin asri dan menambah kenyamanan siswa dalam belajar.”

Beri nilai konten ini  
Responsive image