Catatan Harian Kegiatan Siswa Sakura Science Program Gelombang 2 Tahun 2018

oleh Ari 318

 

Tanggal 16 Juni 2018 tepatnya pukul 13.00 WIB, Kami melakukan cek out dari hotel Twin Plaza, Slipi dan berangkat menggunakan bus menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.  Sesampainya dibandara kami menuju cek in counter untuk melakukan cek in dan pencetakan boarding pass, baru setelah itu kami berjalan menuju ruang tunggu dan menunggu boarding time pukul 17.30 WIB menggunakan Malaysa Airlines (MH) dengan nomor penerbangan MH 88, transit di bandara Kuala lumpur dengan tujuan bandara Internasional Narita, waktu perjalanan selama 6 jam. Tepat pukul 07.40 waktu setempat kami tiba di Narita. Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Jepang selisih waktu 2 jam.

Hari ke-1  (Tanggal 17 Juni 2018)

Siswa Delegasi Indonesia tiba di Bandara Narita Jepang sekitar jam 07.40.  Setelah proses di Imigrasi dan pengambilan bagasi selesai, delegasi Indonesia dijemput oleh Koordinator pihak JST Jepang untuk Indonesia yaitu Ms. Mikiko Hirosawa dan Ms. Kazuko Seguchi. Sebelum kunjungan ke Kantor Japan Science and Technology (JST) untuk pembukaan kegiatan, kami diajak berkunjung terlebih dahulu ke daerah Aqua City Odaiba melihat atraksi Robot Gundam dan makan siang.

Setelah kegiatan di Aqua City Odaiba selesai, kami langsung berangkat menuju kantor MIRAIKAN untuk mengikuti pengarahan awal orientasi program Sakura Exchange Program in Science (SSP). Orientasi program dilakukan untuk 2 negara yaitu Indonesia dan Korea. Pengarahan disampaikan oleh Professor Mao Minoura selaku Professor Department of Chemistry.

Disamping pengarahan, para delegasi kedua negara juga diberikan beberapa Perlengkapan yang digunakan selama kegiatan di Jepang seperti pengisian form asuransi, pemberian model portable untuk internet, pembagian rundown kegiatan dan pengenalan coordinator JST untuk masing-masing negara. Kemudian, setelah orientasi di Miraikan selesai, peserta dari kedua negara segera menuju hotel MYSTAYS Premier Omori sebagai lokasi penginapan selama kegiatan SSP berlangsung.

 

Hari ke-2 (Tanggal 18 Juni 2018)

Hari kedua, kami berkunjung ke Rikkyo University untuk melakukan keliling melihat fasilitas yang ada di kampus seperti ruang belajar, tempat ibadah, kantin, perpustakaan dan laboratorium kimia yang dipakai oleh mahasiswa sehari-hari dalam pembelajaran kuliahnya. Perpustakaan di Rikyyo University merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Tokyo yang memiliki koleksi buku kurang lebih sebanyak 5000 buku.

Para siswa dari Indonesia dan Korea Selatan juga diberikan kesempatan untuk melakukan dan mengikuti kelas ekperimen kimia di salah satu laboratorium universitas, eksperimen mendapatkan arahan dan dibimbing langsung oleh oleh Prof. Hideki Shirakawa pemenang Nobel di bidang kimia untuk tahun 2000 yang dibantu oleh para asisten laboratorium. Eksperimen yang dilakukan berkaitan dengan eksperimen EL(ElectroLuminacent) yaitu eksperimen tentang bagaimana  sebuah polymer dapat menjadi konduktor listrik apabila memenuhi syarat tertentu. Polymer yang peserta bereksperimen adalah PEDOT. PEDOT adalah polymer EDOT yang sudah di polymerisasi mengunakan Ethanol dan litihum Oxide.

 

 

 

 

 

 

 

Hari ke-3 (Tanggal 19 Juni 2018)

Hari ketiga, kami akan berkunjung ke JAMSTEC (Japan Agency for Marine-Earth Science and Tecnology). Keberangkatan dari hotel sekitar jam 8.00, tiba di JAMSTEC sekitar Jam 10:30. Kantor pusat Yokosuka adalah basis JAMSTEC, dan memiliki dermaga untuk kapal riset JAMSTEC yang didirikan pada tahun 1972. Kantor pusat Yokosuka berfokus pada penelitian observasional pada perubahan global, dinamika interior bumi, ekosistem laut dan extremobiosphiles di samping pengembangan teknologi kelautan.

Perwakilan JAMSTEC mengajak keliling peserta Indonesia melihat beberapa peralatan kapal selam robotic yang dibuat oleh JAMSTEC seperti Shinkai 6500 (kapal selam dengan kedalam 6500 meter, dikendalikan secara online). Terakhir kami keliling di Museum Marine, dimana didalamnya terdapat beberapa penemuan biota laut yang akan digunakan untuk eksperimen.

Setelah kunjungan ke JAMSTEC selesai, selanjutnya peserta diajak untuk berkunjung dan melihat Great Buddha yaitu berupa patung Budhha yang sangat besar yang terdapat di Kuil Kotoku-in serta kunjungan ke Tsuruoka Hachimangu Shrine yaitu sebuah kuil Kamakura yang paling penting di Jepang. kuil ini didirikan oleh Minamoto Yoriyoshi pada 1063, diperbesar dan dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1180 oleh Minamoto Yoritomo, pendiri dan shogun pertama dari pemerintah Kamakura. Kuil ini didedikasikan untuk Hachiman, dewa pelindung keluarga Minamoto dan para samurai pada umumnya. Roh-roh suci dari Kaisar Ojin kuno yang telah diidentifikasi dengan Hachiman, Hime-gami dan Empress Jingu diabadikan di Kuil Tsurugaoka Hachimangu.

Hari ke-4 (Tanggal 20 Juni 2018)

Agenda kami adalah berkunjunga ke Edo-Tokyo Museum. Museum Edo-Tokyo menggambarkan keadaan Jepang pada saat Era Kekaisaran dahulu dan Jepang pada saat era Teknologi saat ini. Didalam museum Edo, kita akan banyak menemukan sejarah dan kebudayaan Jepang jaman lampau. Edo sendiri merupakan sebutan bagi wilayah Tokyo sampai sebelum tahun 1869. Museum Edo Tokyo dibangun oleh pemerintahan kota Tokyo sekitar tahun 1993 sebagai tempat koleksi benda-benda bersejarah sekaligus tempat belajar mengenai kebudayaan Tokyo dan Jepang masa lampau. Didalam museum ini, kita bisa merasakan kehidupan masyarakat, arsitektur bangunan,  keramaian pasar dan pusat ekonomi, kegiatan seni dan pertunjukan tradisional yang ada pada zaman Edo.

Kunjungan kami selanjutkan ke MIRAIKAN yaitu salah satu museum yang dibuka sejak tahun 2001 yang menampilkan ilmu pengetahuan dan teknologi Jepang terkini. Museum ini memberikan pengetahuan kepada kita untuk lebih mengenal lebih jauh mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi melalui hasil eksperimen, pameran atau dialog dengan para ilmuwan, insinyur dan guide yang ada di museum. Selain menambah pengetahuan, kita juga dapat melihat teknologi teraktual. Di Museum Miraikan juga, kami menyaksikan pertunjukan robot Asimo yaitu robot yang paling terkenal di Jepang.

Hari ke-5 (Tanggal 21 Juni 2018)

Hari ke-5, kami mengadakan kunjungan ke Senior High School at Sakado, University of Tsukuba. Hanya peserta dari Indonesia yang melakukan kunjungan ke Senior High School at Sakado. Kegiatan yang akan dilakukan di Sakado antara lain kegiatan observasi dan eksperimen mengenai karakteristik tanah yang ada yang dibawah area yang namanya Steppe (Unforested grassland area) dan penurunan kualitas tanah yang ada di Mongolia. Eksperimen ini akan dibimbing langsung oleh Prof. Kenzi Tamura.

Selain itu, peserta dari Indonesia akan melakukan kegiatan yang berbaur dengan siswa-siswa di Senior High School at Sakado, University of Tsukuba. Peserta Indonesia dibagi menjadi 2 kelas yaitu Internasional social class dan Japanese cultur class. Kelas Internasional social class belajar mengenai sustainabel development goals sebanyak 17 butir mulai dari education quality sampai gender quality. Setiap kelompok diminta memilih 5 butir sustainabel development goals kemudian melakukan presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris, sedangkan Japanese cultur class dimana siswa Senior High School at Sakado menginformasikan atau memperkenalkan mengenai dongeng Jepang berjudul Geiji.

Peserta Indonesia juga menampilkan performance didepan seluruh siswa Senior High School at Sakado. Performance yang ditampilkan adalah kesenin tradisional Indonesia yaitu Madley Tari Piring, Pencak silat dan Tari Maumere.

Hari ke-6 (Tanggal 22 Juni 2018)

Hari ke-6, peserta Indonesia dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan kunjungan ke Universitas, masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang yaitu 12 siswa dan 2 supervisor. Kelompok satu akan melakukan kunjungan ke Tokyo of Science University dan kelompok dua akan melakukan kunjungan ke Hosei University.

Kelompok satu melakukan kunjungan ke Tokyo of Science University, disana peserta diterima oleh pihak KUI Universitas, Mr. Narendra Narayan selaku Manager Internasional Division. Kegiatan yang dilakukan di sana yaitu berkunjung ke Museum Matematika dan Museum Sains dan Teknologi yang dimiliki oleh universitas. Museum matematika berisi penemuan-penemuan yang berkaitan dengan ilmu matematika, sedangkan museum sains dan teknologi berisi peralatan-peralatan teknologi mulai dari penemuan pertama sampai penemuan terbaru (peralatan modern), misalkan peralatan calculus dan komputer mainframe (komputer besar).
Kelompok kedua melakukan kunjungan ke Universitas Hosei, Universitas Hosei merupakan universitas rangking 3 di Jepang. Selanjutnya, kami diajak berkeliling untuk melihat fasilitas kampus. Kami juga belajar mengenai tumbuhan yang ada di rumah kaca milik Universitas kemudian melihat peralatan solar panel dan pertunjukan robot-robot hasil buatan mahasiswa Universitas Hosei.

Penutupan (Closing Ceremony)

Setelah kunjungan ke Universitas Hosei dan Universitas Tokyo Science selesai, peserta Indonesia melanjutkan perjalanan ke Kantor Pusat JST. Semua delegasi dari 4 negara (Indonesia, Korea Selatan, India dan Vietnam) berkumpul untuk melakukan upacara penutupan. Upacara dihadiri oleh Atase pendidikan dari masing-masing negara peserta Sakura Exchange Program in Science (SSP). Semua negara peserta diharuskan menampilkan performance khas negaranya, Indonesia menampilkan performance pencak silat.

Hari ke-7 (Tanggal 23 Juni 2018)

Tanggal 23 Juni 2018 merupakan hari kepulangan peserta Sakura Exchange Program in Science (SSP) ke negaranya masing-masing termasuk peserta Indonesia kembali ke Indonesia dengan menggunakan penerbangan Malaysia Airline, tiba di Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB. Setibanya di Indonesia, peserta disambut oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Beri nilai konten ini  
Responsive image