Jaminan Kerja di Kelas Industri SMK

oleh Pretty Pangaribuan 571

MALANG – Permudah siswa memperoleh pekerjaan membuat Sekolah Menengah Kejuriuan (SMK) berlomba-lomba untuk membuka kelas industri. Seperti SMKN 2 Malang yang pada tahun ajaran baru 2018/2019 sudah memiliki tiga kelas industri. Diantaranya Kelas Samsung, Kelas Swiss Belinn Hotel, dan Kelas Kapal Pesiar.
Kelas industri ini baru dirintis sejak tahun lalu dengan mengawalinya dengan praktek kerja industri (prakerin) di industri tersebut. Dari kerja sama ini kemudian SMKN 2 Malang mengajak industri untuk membuat sebuah kurikulum dan mensinkronkan antara sekolah dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga lulusan dari kelas ini dan keputusan merekrut menjadi hak industri sepenuhnya.

“Dari semua lulusan kelas industri belum tentu semua direkrut, namun untuk kelas Swiss Belinn Hotel semua yang lolos akan diambil semuanya, meskipun tidak mereka akan mendapatkan sertifikat dari perusahaan yang bersangkutan,” ujar Kepala SMKN 2 Malang, H. Bagus Gunawan, S.Pd, M.Si.

Sertifikat tersebut sudah memiliki standar yang tinggi sehingga ketika melamar pekerjaan ke hotel lainnya siswa bisa menggunakannya sebagai pendukung dan bukti kompetensinya. Untuk masuk ke kelas industri, dijelaskannya, siswa harus mendaftar secara online kemudian perusahaan akan menyeleksi menjadi 36 siswa dengan kemampuan terbaik.

Kelas Swiss Belinn Hotel diperuntukkan bagi siswa jurusan Akomodasi Perhotelan (AP), Kelas Samsung untuk Teknologi Informasi Teknik Komputer Jaringan, dan Kelas Kapal Pesiar bisa untuk tiga jurusan sekaligus yakni AP, Pariwisata, dan Tata Boga. Dari ketiga kelas industri yang ada tersebut Kelas Kapal Pesiar baru akan dibuka pada tahun ajaran baru 2018/2019.

“Perbedaannya dengan kelas regular yakni kelas industri pembelajarannya lebih spesifik dengan mengarah kepada sebuah produk, dimana ruang prakteknya memang disetting seperti training centernya industri dengan pembelajaran sesuai standarnya mereka,” papar Bagus.

Bahkan tidak hanya kurikulum, para pengajar diberi pelatihan oleh industri selama kurang lebih satu bulan sesuai standar yang diinginkan perusahan. Pun saat pembelajaran di kelas, beberapa kali pihak industri turut memberikan materi kepada siswa.

Khusus di Kelas Swiss Belinn Hotel, siswa akan diajak praktik langsung ke Hotel setiap Rabu hingga Jumat. Kegiatan ini akan rutin dilakukan siswa saat memasuki kelas XI dan XII untuk mendalami materi sehingga begitu lulus mereka sudah dapat bekerja sesuai standar hotel.

“Tentu kedepannya kami ingin menambah kelas industri supaya lebih banyak lagi siswa yang terlibat dalam kelas ini, karena banyak memberikan banyak manfaat khususnya dalam menekan angka pengangguran,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya kelas industri bagi SMKN 2 Malang yakni sekolah tidak perlu lagi memasarkan siswanya karena mereka dianggap sudah laku di dunia kerja. Sehingga, Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah tidak repot-repot mencarikan pekerjaan dan lebih fokus pada siswa di kelas regular.

“SMK ini kan tidak hanya mencetak, namun juga memasarkan lulusannya supaya mendapatkan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran. Bisa dikatakan siswa yang masuk di kelas industri ini mereka sudah dipesan sebelum lulus,” terang Bagus.

Sedangkan keuntungan bagi industri dengan bekerja sama dengan SMK mereka sudah tidak perlu lagi mengadakan training center lagi karena pelatihan sudah diadakan selama di sekolah. Seperti Kelas Samsung, semua alat yang digunakan untuk praktik disupply dariu perusahaan tersebut dengan menggunakan Handphone keluaran terbaru, sehingga begitu peserta didik lulus sudah terbiasa bahkan menguasai apa yang menjadi kebutuhan perusahaan.

Sumber : malang-post

Beri nilai konten ini  
Responsive image