SMK Pangeran Antasari Balikpapan Peroleh Penghargaan Bela Negara

oleh Pretty Pangaribuan 896

BALIKPAPAN, “Ini pesan saya, awas setelah lulus ini hati-hati dalam pergaulan. Karena generasi muda sekarang sedang diincar,” kata Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pangeran Antasari Balikpapan, H Imam Mundjiat, memberi pesan kepada 290 lulusan saat acara perpisahan di gedung kesenian, Senin (30/4).

Generasi muda sedang diincar oleh kelompok-kelompok radikal yang bertujuan untuk menghancurkan NKRI, “Di sekolah ini kami benar-benar menanamkan sikap para pelajar agar tertantanm jiwa-jiwa yang membela kesatuan dan kebangsaan Indonesia,” katanya.

Salah satu buktinya, menurut Imam, SMK . Antasari sudah perneha menyelenggarakan pembinaan bela negara yang melibat sekitar 1000 siswa dari berbagai sekolah di Balikpapan,

“Mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari Lemhanas di bidan bela negara,” tegasnya.
Oleha karenanya, SMK P Antasari sudah mendapat sertipikat penghargaan dari pusat yang diserahkan oleh Aster Kodam Kol (Inf) Heri Setya Kusdiantara.

Sejak awal berdiri tahun 1971 lalu, SMK P Antasari selain memberikan bekal skill yang memadai, siswa juga diberi bekal cinta tanah air dan bela negara,” Kami menghasilkan lulusan yang bis amengisi kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lulusan-lulusan yang cinta tanah air,” tegas Iman.

Di sisi lain, Letkol (Inf) Jansen Nainggolan, Waaster Kodam Tanjungpura, menyerahkan bingkisan kepada siswa yang beprestasi hingga tingkat nasional, sekaligis menjadi atlet futsal nasional dan dikirim ke Malaysia untuk menjadi delegasi futsal dari Indonesia. Bingkisan itu sebagai bagian dari apresiasai kodam terhadap siswa di Balikpapan yang berprestasi.

Lebih dari, menurut Widiyanto, Manager HRD PT Mulia Jaya Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan spart part peralatan drilling (pemboran minyak) yang berpusat di Balikpapan, bahwa 60 persen dari sekitar 85 tenaga kerja perusahaan yang sudah ekspor perangkat ke Iran, Qatar dan Uzbekistan itu lulusan dari SMK P Antasari.

“Bahkan manager produksi kami itu juga lulusan dari sekolah,” kata Widiyanto mewakili Dirut PT MJM itu.

Dia mengatakan bahwa kerja sama antara sekolah itu dengan perusahaannya sudah terjalin lama, dan menilai lulusan SMK P. Antasari bermutu sehingga mudah diserah di perusahaannya.

Dalam acara perpishaan yang berlangsung di gedung kesenian itu, dihadiri pula oleh Drg Dyah Muryani, mewakili Plt Walikota untuk memberikan sambutan. Acara itu semakin meriah, karena juga dihadiri oleh Roesmadi, pengajar sekaligus dosen yang kini mengikuti kontestansi pemilihan gubernur Kaltim menjadi tamu udangan acara itu.

Sebelum memberi wejangan, Roesmadi juga menyumbangkan sebuah lagu sebagai awal wejangannya kepada para siswa. Usai turun panggung, para siswa berebut selfie dengan Roesmadi.

Siang itu semua siswa peserta perpisahan mengenakan setelah jas warna hitam, mereka hadir diserta orang tua dan wali murid. Tahun ini SMK P. Antasari meluluskan sebanyak 290 siswa, lulusan sekolah ini sudah tersebar di banyak perusahaan terutama di Pertamina Balikpapan, perusahan tambang, alat berat.

Sekolah kejuruan ini menyediakan tujuh macam kepetensi keahlian, masing-masing: Teknik Permesinan, Kendaraan Ringan Otomotif, Instalasi Tenaga Listrik, Alat berat, komputer dan jaringan, teknik dan bisnis sepedas motor, teknik video.

“Setiap tahun rata-rata kami menyerap 300 lulusan dari sekolah SMP di wilayah Balikpapan,” kata Imam Mundjiat, sekolah itu dilengkapi dengan 21 macam fasilitas mulai dari gedung bertingkat, laboratorium, CNC, bengkel, mesin bubut, masjid berkapasitas 300 siswa, sekolah full AC, serta aplikasi online.

Sumber : tribunnews.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image