Revitalisasi Untuk Perkuat Lulusan 

oleh Pretty Pangaribuan 847

Jakarta, Kompas - Revitalisasi sekolah menengah kejuruan terus mendapat dukungan pemerintah. Salah satu target utama revitalisasi ialah meningkatkan kebekerjaan lulusan SMK.

Tahun ini, revitalisasi SMK diberikan kepada 219 sekolah, sedangkan tahun lalu 125 SMK. Dukungan ini untuk membantu SMK agar dapat menyelaraskan diri dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

Menteri pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy, di jakarta, Rabu (25/4/2018), mengatakan, bantuan pemerintah hanya memicu. " Mohon SMK yang mendapat bantuan segera meningkatkan standar. khususnya standar isi, proses, pengajar dan kompetensi lulusan yang sesuai dengan cita - cita dibuatnya SMK," kata Muhadjir.

Menurut dia, sebenernya banyak lulusan SMK yang terampil. " Tapi masih banyak yang tak siap kerja. JAdi saya titip, pendidikan karakter di SMK itu satu saja. Siapkan anak - anak untuk menghadapi dunia kerja," ujarnya.

Badan Layanan

Muhadjir menghimbau SMK yang mendapatkan bantuan revitalisasi dapat di dorong menjadi badan layanan umum daerah. "Yang 219 ini tolong dipercaya untuk menjadi BLUD. Karena kalau teaching factory ini tidak produksi dan menjadi inkubator bisnis percuma saja," ujarnya.

Deputi III kantor staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengapresiasi kinerja revitalisasi SMK yang dilakukan Kemendikbud. Revitalisasi memerlukan proses yang tidak instan. " Saat ini kami memang fokus pada beberapa SMK dulu, membuat mereka menjadi contoh bagaimana revitalisasi dengan benar," ujar Denni.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengungkapkan, total bantuan revitalisasi SMK tahun ini Rp 169 milia, bantuan ii harus berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMK yang terlihat dari banyak lulusan yang siap bekerja. " SMK yang direvitalisasi sudah 90 persen sesuai dengan standar yang ditetapkan," kata Hamid.

Sumber : KOMPAS

Beri nilai konten ini  
Responsive image