Siswa SMK di Kudus Dapat Pelatihan Pemasangan Instalasi Fiber Optic

oleh Pretty Pangaribuan 673

KUDUS – Sejumlah 40 siswa dari SMK Negeri 2 dan 3 Kudus, mendapat pelatihan jaringan pita lebar (broadband) berbasis fiber optic di SMKN 2 Kudus, Kamis (26/4/2018).

Siswa yang ikut dalam pelatihan tersebut yakni siswa yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Selain itu, 10 guru dari dua SMK itu juga ikut menjadi peserta.

Pelatihan yang dilakukan ini difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Assosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (APJATEL), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketua APJATEL, Lukman Adjam, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program yang pihaknya lakukan untuk memenuhi target dari program pemerintah yang tertuang dalam Perpres Nomor 96 Tahun 2014 tentang pita lebar.

Dia mengatakan, pihaknya telah menggandeng Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menciptakan 10 ribu sumber daya manusia yang cakap dalam hal pita lebar.

“Sebelumnya kami juga telah melakukan pelatihan kepada guru SMK sebanyak 600 guru, kini tinggal 10 ribu siswa SMK se-Indonesia yang harus kita cetak agar memiliki SDM yang mumpuni dalam persoalan pita lebar,” kata Lukman.

Para siswa dan guru itu selama lima hari bakal mendapatkan sejumlah materi mengenai konsep dasar teknologi dan konsep pemasangan fiber optik sampai pada praktik pemasangan pita lebar.

“Harapannya jebolan pelatihan ini menjadi SDM yang akan disiapkan untuk keperluan jaringan fiber optic di Kabupaten Kudus.

Nantinya SMK menjadi pusat tempat layanan atas pelayanan jaringan di masyarakata, minimal berjarak 15 sampai 20 kilometer dari SMK,” katanya.


Kepala SMKN 2 Kudus, Harto Sundoyo berujar, pelatihan yang dilakukan itu sedianya sangat berdampak positif bagi sumber daya manusia baik pengajar maupun siswa yang ada di institusinya.

Pasalnya, adanya jurusan TKJ tentu bakal berbanding positif terhadap kualitas yang akan dicetak oleh pihaknya.

“Kita hanya bermodalkan fasilitas tempat, sudah bisa mendapat benyak keuntungan,” katanya.

Sementara Kepala SMKN 3 Kudus, Saiful Hadi mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan mampu berdampak bagi kesempatan peluang kerja ke depan.

Apalagi, sumber daya yang mahir perihal fiber optik sejauh ini masih sangat jaranga ditemui.

“Pemerintah sendiri juga punya target terkait pita lebar, maka kalau ada SDM yang mumpuni tentu akan lebih cepat pencapaian dari pemerintah,” katanya.

Sumber : TRIBUNJATENG.COM

Beri nilai konten ini  
Responsive image