Studi Eksplorasi SMK 2018 Oleh Pusat Kurikulum Kemdikbud

oleh Apriliyadi 964

Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Dinas Penddidikan Propinsi Jawa Timur mengadakan Workshop "Studi Eksplorasi SMK 2018" dengan Mengundang SMK Negeri dan Swasta Kota Surabaya. Workshop ini diadakan pada Tgl 22 Maret 2018 di Ruang Vicon SMK Negeri 1 Surabaya.

Hakikat pendidikan Vokasional (SMK) terkait dengan 3 hal yaitu (1) vocational education, (2) vocational training, dan (3) life skills. Vocational education merupakan suatu pendekatan, sedangkan vocational training adalah vokasional yang dikaitkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di dunia kerja. Vokasional yang dikaitkan dengan life skills berhubungan dengan pengembangan kemampuan individu peserta didik, sehingga pemberiannya disesuaikan dengan bakat masing-masing peserta didik.

Pada hakikatnya pendidikan vokasional adalah pendidikan yang membekali peserta didik dengan kompetensi kerja melalui penggabngan antara teori dan praktik secara seimbang yang berorientasi pada penyiapan tenaga kerja profesional. Istilah vokasional akan digunakan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah untuk membedakannya dengan istilah vokasi yang digunakan untuk tingkat perguruan tinggi menurut UU Sistem Pendidikan Nasional (SPN). Vokasional di tingkat PAUD-SMA disebut dengan pra vokasional, sedangkan vokasional di SMK dikenal dengan istilah kejuruan.

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan tingkat menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Jenjang pendidikan kejuruan di Indonesia merupakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  SMK merupakan salah satu pendidikan vokasional tingkat menengah yang memiliki program keahlian yang disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang ada di dunia kerja.

Adanya permasalahan internal dan eksternal yang dialami, dan dengan dukungan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, maka perlu dilakukan pengembangan pendidikan vokasional di berbagai jenjang pendidikan. Pengembangan pendidikan vokasional harus terus menerus dilakukan mulai dari pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan menengah. Pencapaian di tingkat pendidikan dasar harus terus menerus dilanjutkan di tingkat menengah.

Peran SMK di masyarakat

SMK merupakan lanjutan dari jenjang pendidikan dasar yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Namun fungsi SMK saat ini tidak hanya menyiapkan lulusannya untuk bekerja pada bidang tertentu, tetapi telah dikembangkan sebagai:

a. Pengembang unit produksi dimana proses pembelajaran sudah diatur sesuai dengan alur kerja yang ada di Industri melalui teaching factory.

b. SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi (LSP) baik LSP P1 dan LSP P2. LSP P1 adalah SMK yang hanya dapat menguji peserta didik dari sekolahnya saja, sedangkan LSP P2 merupakan SMK yang dapat menguji peserta didik dari SMK lainnya.

c. Tempat Uji Kompetensi (TUK)

d.  Pengembangan bahan pelatihan

Fungsi lain yang belum dimiliki SMK saat ini menurut Slamet PH (2013) adalah sebagai tempat pelatihan bagi karyawan perusahaan , pengangguran dan teaching industry.

 

1. Penguatan implementasi pembelajaran dan penilaian

Untuk mendukung hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengawasan terus menerus yang difokuskan tidak lagi pada konsep atau dokumen namun lebih pada implementasi pembelajaran dan penilaian.

2. Peningkatan Peran serta Dunia Kerja dan Masyarakat baik dari sisi program, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran. Pemerintah daerah harus didorong untuk memfasilitasi kerjasama sekolah dengan dunia kerja dalam bentuk tempat praktik peserta didik di industry, dunia kerja menjadi tempat magang guru, orang industry menjadi guru tamu / nara sumber, membantu kelancaran teaching factory di sekolah melalui pemberian sebagai order, membantu fasilitas di sekolah jika memungkinkan.

3. Menghidupkan kembali wadah yang menghubungkan antara sekolah dan dunia kerja (MPKN).

4. Pemberian kewenangan pengelolaan pada sekolah dan wilayah

5. Pembuatan Standar Peralatan sesuai dengan tuntuan dunia kerja dan pemenuhan peralatan sesuai dengan kompetensi yang ada di SMK.

6. Peningkatan jumlah TUK dan LSP di SMK di setiap wilayah

 

Sumber: smkn1-sby.sch.id

Beri nilai konten ini  
Responsive image